MULAWARMAN NEWS

Aksi Solidaritas Masyarakat Adat Paser Suarakan Dua Tuntutan

M-NEWS.ID, Tana Paser – Ratusan masyarakat yang terdiri dari perwakilan 10 kecamatan di Kabupaten Paser yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Masyarakat Adat Paser menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Paser, Kamis (26/9/2019).

Dalam aksi tersebut peserta aksi menyuarakan dua tuntutan penting dengan telah ditetapkannya 3 orang petani Paser sebagai tersangka pelaku pembakaran lahan oleh Polres Paser.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor Bupati Paser, perwakilan pengunjuk rasa melakukan mediasi dan diterima oleh Wakil Bupati Paser H. Kaharudin, Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra, Dandim 0904/TNG Letkol Czi Widya Wijanarko, Kajari Paser M Syarif, Asisten Kesra Bachtiar Efendi, dan Kasatpol PP Heriansyah Idris beserta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu koordinator aksi Syukran Amin menyampaikan tuntutan agar pihak kepolisian bisa membebaskan 3 petani yang tersangkut kasus pembakaran lahan di Paser .

“Untuk itu kami ingin saudara kami dibebaskan tanpa syarat, karena peladang saat ini dijadikan kambing hitam kasus kabut asap,” katanya.

Kebijakan dari aturan yang telah dibuat, lanjutnya, tidak berpihak pada kearifan lokal, sehingga pemerintah daerah harus mengambil peran dengan membuat Peraturan Bupati (Pergub).

“Nenek moyang adat Paser dari dulu telah melakukan kegiatan membersihkan lahan dengan membakar, untuk itu tuntutan kami meminta pemerintah segera membuat payung hukum berupa Perbup untuk memberi kepastian hukum kepada para petani,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra menjelaskan bahwa upaya penegakkan hukum terkait karhutla telah sesuai regulasi dan memenuhi aspek legalitas.

“Pasal yang digunakan telah kami uji dan kaji, bahkan tim asistensi Polda Kaltim telah mengecek pasal yang kita gunakan apakah sudah tepat atau belum,” kata Roy.

Terkait tuntutan masyarakat, menurut Dia mengatakan bahwa ada cara yang bisa ditempuh yaitu upaya penangguhan penahanan yang merupakan hak tersangka.

“Nanti ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penyidik menerima penangguhan, jadi silahkan masyarakat untuk mengajukan hak penangguhan dan memenuhi syarat-syarat tersebut,” ucapnya.

Wakil Bupati Paser H. Kaharudin pun mengatakan akan mengambil langkah cepat dengan segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat untuk membuat Perbup.

“Agar kedepan kepastian hukum para petani Paser dengan kearifan lokalnya bisa terus berlanjut, biar lebih cepat kami akan mempersiapkan Perbup,” tuturnya.

Dari informasi yang diterima M-NEWS. ID, ketiga tersangka kasus pembakaran lahan J dan S, warga Desa Putang Kecamatan Long Kali dan HA warga Desa Busui Kecamatan Batu Sopang, Kamis (26/9/2019) malam telah diberikan penangguhan penahanan oleh Polres Paser.

Ketiga tersangka terancam hukuman dengan pasal berlapis yaitu Pasal 50 ayat (3) huruf d dan pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar. (*/dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *