MULAWARMAN NEWS

Apikasi SiPaPah GanTeng DLH Paser, Permudah Layanan Sedot Tinja dan Pengaduan Sampah

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Masyarakat Kabupaten Paser kini dengan mudah bisa mengakses pelayanan sedot tinja maupun pengaduan sampah.

Sistem Informasi Pengaduan Sampah dan Gangguan Tentang Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser ini berupa  aplikasi SiPaPah GanTeng yang dapat diunduh melalui playstore.

“Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan pengaduan sampah dan gangguan lingkungan untuk masyarakat dan pelaku usaha,”

Plt Kepala DLH Paser Abdul Basyid

Basyid menjelaskan, hal ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan sampah dan pelaporan masalah lingkungan sehingga lebih cepat.

“Kedepan seluruh laporan lingkungan baik yang dilakukan oleh perseorangan maupun perusahaan bisa melalui aplikasi ini,” terangnya.

Dia juga menambahkan, aplikasi tersebut memuat layanan jemputan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan sedot tinja bagi masyarakat serta publikasi dan informasi seputar lingkungan.

“Dalam pelaksanaannya, DLH Paser bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Paser terkait kebersihan lingkungan dan taman,” tembahnya.

Sementara, Inovator aplikasi SiPaPah GanTeng, Hendrik Latif mengatakan munculnya inovasi ini dilatarbelakangi dari tingginya angka pengaduan masyarakat tentang gangguan lingkungan.

“Pengaduan gangguan lingkungan oleh masyarakat mencapai lebih 24 kasus per tahun, serta meningkatkan pengelolaan sampah di Kabupaten Paser,” jelasnya.

Baca Juga :

Hendrik menyebut, penanganan persampahan di Kabupaten Paser yang baru mencakup 31,97%. Sementara khusus kota Tana Paser baru mencakup 60,15%.

“Dengan aplikasi ini diharapkan peran serta dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, termasuk bila ada yang ingin mendapatkan layanan sedot tinja,” ucapnya

Selain itu, lanjut dia, DLH Paser juga ingin meningkatkan layanan sedot tinja bagi masyarakat seiring telah beroperasi Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) Janju pada akhir tahun 2020.

Sejak ada Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT), sambungnya, permintaan layanan sedot tinja semakin meningkat.

“Tercatat tahun 2020 ada lebih dari 120 permintaan sedot tinja dan ini bisa meningkat mengingat jumlah MCK di kecamatan Tanah Grogot yang mencapai 20.440 unit,” pungkasnya. (sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *