MULAWARMAN NEWS

Balap Tamiya di Paser Kembali Eksis Setelah Vakum Akibat Pandemi

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Sempat vakum akibat pandemi Covid-19, Komunitas Tamiya Paser kembali selenggarakan perlombaan balap tamiya.

Balapan tersebut berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 31 Desember 2021 – 01 Januari 2022, berlokasi di Jl Kapten Piere Tandean, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot.

Ketua Panitia perlombaan balap Tamiya Ahmad Zaky mengatakan bahwa Komunitas Tamiya Paser telah rutin mengadakan Perlombaan sejak tahun 2016.

“Namun ketika berjalan selama 2 tahun, tepat di 2018 Komunitas Tamiya Paser terpaksa vakum akibat Pandemi Covid-19,”

Zaky, Sabtu (01/01/2022)

Setelah vakum sejak 2018, pada 2021 tepatnya di November Komunitas Tamiya Paser kembali menyelenggarakan berbagai perlombaan serta open race.

“Kami kembali aktif di bulan November 2021, mengadakan perlombaan setiap seminggu sekali, serta Open Race setiap 4 bulan sekali dan itu terbuka, semua boleh ikut termasuk daerah lain,” terangnya.

Zaki menambahkan, perlombaan yang diselenggarakan edisi akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 ini merupakan kategori Open race atau Mutiara Zea Cup.

Perlombaan inipun, lanjutnya, disambut meriah kepada peserta-peserta lomba, dimana nampak hadir peserta selain dari Kecamatan Tanah Grogot, juga diikuti peserta dari daerah lain.

“Hari ini ada 22 tim yang mengikuti perlombaan, hadir dari Kecamatan Batu Engau, Batu Kajang, Muara samu, Kuaro, serta dari Banjarmasin juga ada,”ujarnya.

Permainan balap Tamiya yang mulai eksis di era tahun 1980an, hingga saat ini masih memiliki banyak penggemar, salah satunya Misbahudin Jani atau yang dikenal dari kalangan Komunitas Tamiya Paser dengan sebutan Pak Sabun asal Tanah Grogot, ia sudah menggemari permainan tamiya sejak tahun 1990an.

“Saya sudah menggemari permainan balap Tamiya ini sejak 30 tahun yang lalu,” kata Sabun.

Baca Juga :

Kemudian, lanjutnya, mengapa ia bisa tetap eksis sampai sekarang itu merupakan fakfor hobi dan faktor tantangan ketika ada ajang perlombaan.

“Yang pertama faktor hobi dan ketika ada perlombaan itu merupakan tantangan, serta balap Tamiya ini merupakan permainan yang sangat mendunia,”lanjutnya.

Terbukti dalam karirnya mengikuti ajang perlombaan balap tamiya, Dia sudah menjuarai beberapa kali pertandingan, dan pernah mengikuti ajang internasional.

“Saya sering mengikuti perlombaan sampai ke Jakara bahkan ajang internasional kita sering ikut, saya pernah menjuarai ditahun 2006 di Samarinda Juara 1 tingkat nasional,” pungkasnya.

Dalam perlombaan ini, dari 22 tim yang mengikuti ajang Open Race Mutiara Zea Cup, seluruh trophy diraih oleh tim Paser Boy mulai dari kategori juara 1 – 4, kategori tercepat 1, tercepat 2, tercepat sesi 30, dan balap terbaik 1.

Disamping itu juga, dalam perlombaan ini terdapat doorprize berupa sembako yang diberikan kepada peserta lomba. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *