MULAWARMAN NEWS

Bupati Paser Buka Musrenbang Forum Konsultasi Publik RPJMD, Fokus Pengembangan Sektor Pertanian

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bupati Paser, dr. Fahmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Forum Konsultasi Publik, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2022-2026.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual di Pendopo Bupati Paser, Kamis, (1/4/2021), diantaranya guna menggali berbagai masukan konstruktif untuk pembangunan Paser di masa mendatang.

Turut hadir pada kegiatan Musrenbang tersebut Wakil Bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf, Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, Wakil Ketua DPRD H. Abdullah, unsur Forkopimda serta sejumlah pimpinan OPD dan mewakili manajemen perusahaan swasta.

Selain itu, Musrenbang dan forum konsultasi publik RPJMD yang juga diikuti jajaran Camat dan berbagai unsur secara virtual ini,  juga menghadirkan narasumber Kepala Bappeda Provinsi Kaltim, Direktur Eksekutif IRSR dan tim tenaga ahli UGM.

Bupati Paser, Fahmi Fadli menekankan kepada seluruh perangkat daerah, untuk memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian, karena sejauh ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) 70 persen berasal sektor pertambangan.

“Sektor pertanian hanya menyumbang 10 persen Pendapatan Asli Daerah jauh di bawah sektor pertambangan mencapai 70 persen,”

Bupati Paser fahmi fadli

Fahmi menyampaikan kegiatan ini penting untuk melakukan sinergitas, sinkronisasi, introspeksi dan re-organisasi, serta penetapan skala prioritas terhadap sejumlah usulan sehingga tidak ada lagi ungkapan pengusulan yang sekian tahun tapi tidak juga diakomodir oleh perangkat daerah yang menanganinya.

“Perangkat daerah tidak boleh berdiri sendiri-sendiri, melainkan harus berada di bahwa satu koordinasi, jadi segala sesuatu nya mesti diketahui oleh bupati agar informasi yang disampaikan ke masyarakat tidak bias,” kata Fahmi.

Dia juga mengingatkan penyusunan RPJMD harus sejalan dengan visi dan misi yang disampaikan saat kampanye lalu yaitu Paser MAS, agar masyarakat Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera.

“Bahwa APBD Kabupaten Paser tak akan pernah cukup untuk bisa memenuhi segala kebutuhan masyarakat Paser,” kata Fahmi.

Baca Juga :

Selanjutnya, Fahmi mengimbau kepada seluruh perangkat daerah untuk dapat meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat sebagai aparatur yang juga abdi masyarakat.

“Kinerja pelayanan yang diukur melalui Indeks Kepuasan Masyarakat, merupakan standar yang menjadi tolok ukur kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah daerah,” pungkasnya. (dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *