MULAWARMAN NEWS

Cegah Kerumunan, Pemkab Paser Tiadakan Tradisi Pawai Obor

Wabup Syarifah Masitah (tengah) usai pengukuhan Paskibra Paser tahun 2021 / Foto : MC

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Untuk menekan penyebaran Covid-19 pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, Pemerintah Kabupaten Paser meniadakan kegiatan yang berdampak penumpukan massa di Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia.

Salah satunya adalah tradisi taptu atau pawai obor yang kerap berlangsung pada setiap malam sebelum peringatan HUT Republik Indonesia yang ditiadakan pada tahun ini. Namun rangkaian kegiatan lainnya tetap dilaksanakan dengan mengutamakan protokol kesehatan.

“Rangkaian kegiatan sama hanya saja ada pembatasan. Mulai dari renungan suci nanti malam, besok upacara 17 Agustusan, lalu ke taman makam pahlawan lalu kita mengikuti virtual baik upacara kenaikan bendera maupun penurunana bendera dari istana negara. Hanya Taptu yang ditiadakan,”

Wakil Bupati Paser Masitah usai mengukuhkan 37 Paskibraka di Pendopo Kabupaten, Senin (16/8/2021)

Pandemi Covid-19, lanjut Wakil Bupati Masitah, membuat Pemerintah Daerah membatasi kegiatan dan mengurangi kegiatan yang bisa memunculkan kerumunan massa sebagaimana yang diinstruksikan Pemerintah Pusat.

“Memang masa pandemi membuat kita mengubah banyak aturan yang semestinya kemarin (sebelum pandemi) kita laksanakan lengkap, kita mengikuti instruksi dari pusat yang harus disesuaikan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser Yusuf Sumako menerangkan pada upacara pengibaran bendera Pemkab Paser membatasi jumlah peserta upacara dan undangan.

“Total peserta upacara hanya 40 orang perwakilan dari pelajar, mahasiswa, Dishub, Satpol PP, TNI dan Polri. Sementara undangan hanya Forkopimda dan para asisten,” ujar Sumako.

Baca Juga :

Dia menambahkan, pihaknya juga akan memastikan panitia dan Paskibraka terbebas dari paparan Covid-19, Pemkab Paser akan melakukan tes antigen.

“Setelah selesai kegiatan nanti semua panitia yang terlibat dan Paskibraka akan dites antigen,” katanya.

Sumako memastikan panitia dan Paskibraka saat ini dalam kondisi sehat apalagi selama pembinaan Paskibraka dikurangi porsi latihan.

“Karena kegiatannya lebih banyak di dalam ruangan mengingat saat ini sedang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4,” kata Sumako. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *