MULAWARMAN NEWS

Di Paser ada Desa Sadar Jamsos Ketenagakerjaan

M-NEWS.ID, TANA PASER – Desa Janju Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser ditetapkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial (Jamsos) Ketenagakerjaan BPJS TK, Selasa (11/12/2018).

Peresmian ditandai dengan pelepasan balon oleh Wakil Wakil Bupati Paser Mardikansyah di kampung warna-warni, sebuah kampung wisata di Desa Janju yang juga dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser Sancoyo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan Kusumo, Camat Tanah Grogot Siti Makkiyah, Kepala Desa Janju Edi Karyadi, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Mardikansyah berharap dengan dibentuknya desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan di desa janju ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial baik itu terhadap pekerja formal, maupun pekerja informal atau wiraswasta.

“Semakin tinggi resiko yang mengancam keselamatan pekerja, maka perlu adanya upaya peningkatan perlindungan tenaga kerja,” kata Mardikansya.

Sejak disahkan Undang-undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badang Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat Indonesia menurut Mardikansyah semakin luas.

“Program ini sejalan dengan Nawa Cita Pemerintah Pusat yakni membangun Indonesia dari pingiran, dengan memperkuat daerah dan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja Indonesia Sejahtera dalam mendorong jaminan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Mardikansya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan Kusomo mengapresiasi respon masyarakat Desa Janju yang merupakan masyarakat pesisir.

“Kami tak menyangka respon masyrakat kampung pelangi, Desa Janju terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan cukup tinggi,” kata Kusumo.

Masyarakat kata Kusumo dengan membayar Rp.16 ribu per bulan, sudah bisa mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Semoga setelah dicanangkan menjadi desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, masyarakat lainnya bisa berpartisipasi guna memberikan jaminan sosialnya. Terutama pekerja swasta atau informal,” katanya. (dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *