MULAWARMAN NEWS

Diduga melakukan Perbuatan Asusila, Oknum Guru SD diamankan Polsek Kuaro

M-NEWS.ID, TANA PASER – Lantaran diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap beberapa muridnya, seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) 001 Kuaro dilaporkan orang tua murid ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kuaro.

Peristiwa tersebut baru diketahui LER (Seorang tua Murid) setelah mendapatkan informasi dari rekannya bahwa anaknya sebut saja Putri (Bukan nama sebenarnya) sering mendapat perlakuan tidak senonoh dari wali kelasnya inisial HUM. Merasa tidak terima LER melaporkan prihal tersebut kepada pihak kepolisian

 

Kapolres Paser AKBP. Roy Satya Putra melalui Kasatreskrim Polres Paser. AKP. Rido Doly menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Kapolsek Kuaro IPTU. Darmadi yang menyebutkan bahwa pelapor (LER) merasa tidak terima setelah mengetahui bahwa anaknya (Putri) diperlakukan tidak senonoh oleh wali kelasny sendiri (HUM).

 

“LER saat mendengar penyampaian dari rekan orang tua murid sekelas dengan putri langsung menanyakan prihal perlakuan tersebut kepada anaknya. Putri saat itu mengakui perlakuan wali muridnya tersebut. Selanjutnya LER mendatangi kantor Polsek Kuaro untuk melaporkan perlakuan wali kelas putri terhadap anaknya tersebut,” ujar IPTU Darmadi. Selasa (26/2/2019).

 

Putri sendiri merupakan siswi kelas IV SD 001 Kuaro. Dan kepada pihak Polsek Kuaro LER menyampaikan bahwa anaknya kerapkali di pegang kemaluan dan bagian dadanya oleh wali kelas tersebut.

 

“Perlakuan itu dilakukan kepada putri oleh HUM sejak Putri masih berada di kelas 3 SD sekitar tahun 2017 lalu dan terakhir kali dilakukan pada januari 2019 lalu saat putri sudah kelas 4 SD,” terangnya.

 

Selain putri pelapor. Ia juga mengatakan bahwa masih ada siswi lain yang juga menjadi korban dari Wali kelas tersebut.

 

“Dari informasi yang disampaikan Pelapor, kami mengetahui bahwa masih ada beberapa siswa lagi yang diberlakukan sama seperti Putri,” ujarnya

 

Setelah mendapat laporan tersebut pihak kepolisian langsung mengamankan HUM. Kepada polisi HUM mengakui perbuatannya tersebut.

 

“Terlapor sudah kami amankan dan dia mengakui perbuatannya tersebut. Sekarang kami masih melakukan proses hukum. Saat ini HUM Kami jerat dengan UU RI no 17 tahun 2016,” pungkasnya.

 

Kepada pihak kepolisian HUM mengaku melancarkan aksinya saat berada didalam ruang kelas IV A SD 001 Kuaro.

 

“HUM mengaku kalau perbuatannya tersebut dilakukan didalam kelas. Dan selama ini belum diketahui oleh guru yang lain sedangkan siswi yang menjadi korbannya juga tidak pernah menceritakan perlakuan wali kelasnya lepada siapapun,” pungkasnya. (AIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *