MULAWARMAN NEWS

Dinkes Sebut Belum Ada Positif Corona di Paser

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Dinas Kesehatan (Dinkes) Paser menyebut sampai saat ini belum ada masyarakat yang terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona atau Covid-19.

Merebaknya kabar tiga orang warga Kabupaten Paser di media sosial (medsos) dan media perpesanan whatsapp yang dinyatakan positif Covid-19 ternyata baru hasil dari uji cepat atau rapid test.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Paser yang juga Kepala Dinas Kesehatan Paser Amir Faisol mengatakan untukmemastikan keakuratan hasil rapid test tersebut harus menjalani tes lanjutan yakni tes Swab.

“Untuk memastikan ketiganya positif masih harus dilakukan uji swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya,” kata Amir Faisol di ruang Media Center, Sabtu (10/4/2020) sore.

Amir menjelaskan, rapid test merupakan upaya deteksi dini, dan bukan untuk mendiagnosis apakah seseorang positif atau tidak terkena virus corona atau Covid-19.

“Keakuratan hasil rapid test hanya 30%, sebagai jaga-jaga. Penentuannya masih memerlukan pemeriksaaan swab menggunakan PCR,” jelasnya.

Ketiga pasien yang masuk dalam klaster Ijtima Gowa ini dinyatakan sebagai Pasien dengan Pengawasan (PDP) setelah rapid test keduanya menunjukkan positif pada 11 April.

“Tiga orang peserta ijtima pada rapid test kedua oleh Puskesmas Tanah Grogot dan Long Kali dinyatakan positif setelah rapid test pertama seminggu sebelumnya menunjukkan hasil negatif,” ungkap Amir.

Amir menjelaskan ketiga pasien tersebut sedang menjalani perawatan diruang isolasi di RSUD panglima Sebaya. Setelah sebelumnya tim dari Puskesmas Tanah Grogot dan Long Kali melakukan penjemputan.

Dia juga memastikan, langkah antisipasi juga dilakukan oleh Gugus Tugas dengan mengkarantina anggota keluarga pasien PDP klaster Gowa tersebut.

“Gugus tugas saat ini memastikan terus memantau keluarga pasien di pusat karantina. Rumah 3 warga tersebut dan lingkungan sekitar juga sudah di disinfektan,” ujarnya.

Selain itu, Amir menegaskan, 41 peserta ijtima ulama Gowa, Sulawesi Selatan asal Kabupaten Paser yang masuk sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) akan menjalani karantina untuk mencegah rantai penyebaran Covid-19.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan mengajak menjaga lingkungan agar tetap kondusif, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. (adv/dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *