MULAWARMAN NEWS

Dipenuhi Semak Belukar, Kini 12 Km Jalan Di Desa Lusan bisa Diakses

M-NEWS.ID, TANA PASER – Kunjungan Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi beserta istri ke Desa Lusan Kecamatan Muara Komam, Senin (12/11/2018), disambut warga setempat dengan penuh suka cita.

Sekedar diketahui, kunjungan Bupati Yusriansyah yang juga didampingi sejumlah Kepala OPD, Camat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan kali itu, dalam rangka acara syukuran atas peningkatan jalan sepanjang 12 Kilometer dari Desa Muara Payang ke Desa Lusan.

“Selama ini jalan tidak pernah difungsikan karena tertutup rumput yang tinggi. Alhamdulilah, melalui dana tanggap darurat Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah bisa dibangun jalan sepanjang 12 Kilometer,” kata Bupati Paser Yusriansyah.

Dengan peralatan yang dimiliki PU, jalan Desa Lusan yang tadinya dipenuhi dengan rerumputan lebat saat ini telah terbuka dan bisa diakses masyarakat. Jalannya pun tidak lagi berlumpur karena sudah dilapisi kerikil di sepanjang jalan tersebut. Pembangunan tanggap darurat itu pun dinilai efektif, karena manfaatnya dapat dengan cepat dirasakan masyarakat.

“Mudah-mudahan Desa Lusan setelah dibuka jalan ini dapat berkembang baik untuk usaha perkebunan maupun usaha karet. Dengan dana tanggap darurat yang terbatas sekira Rp 200 Juta ini, tentu kalau menggunakan proyek tidak akan cukup. Tapi bisa dilakukan dengan peralatan yang kita miliki,” ucap Yusriansyah.

Warga Desa Lusan hanya berjumlah kisaran 400 jiwa. Sementara tanah di Desa tersebut masih sangat luas. Oleh karenanya, Bupati Yusriansyah berharap adanya program transmigrasi yang masuk di desa itu sehingga pembangunan akan lebih cepat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Paser M Fauzy mengatakan, bahwa Desa Lusan akan segera memiliki sumber daya air bersih melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada 2019 mendatang.

“Tahun depan, ada program Pamsimas di Desa Lusan. Total keseluruhan di Kabupaten ada 10 yang bersumber dari APBN, dan ada 2 yang bersumber dari APBD. Yang terpenting, sudah tersedia sumber airnya,” ungkap Fauzy.

Sementara, Camat Muara Komam Abdul Rasyid menerangkan, bahwa persoalan keterbatasan sumber daya air pada umumnya hampir dirasakan seluruh desa di Kecamatan Muara Komam. Selain air bersih, listrik pun kerap menajdi persoalan. Pasalnya, masih ada sejumlah desa yang belum teraliri listrik.

Desa-desa di wilayah pemerintahan Kecamatan Muara Komam yang belum teraliri listrik, adalah Desa Lusan, Desa Muara Langon, Sekuan Makmur, Binangon, Muara Payang dan Desa Swan Slutung.

“Harapannya, aspirasi masyarakat pada 2019, baik infrastruktur jalan, jembatan, listrik maupun air bersih dapat direalisasikan, karena masih banyak desa yang belum punya air bersih. Begitu pun dengan jembatan dari arah desa Muara Kuaro menuju Desa Lusan,” pintanya. (*/dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *