MULAWARMAN NEWS

Distan Paser Khawatir Sertifikat Lahan Hambat Replanting

Ilustrasi

M-News.id – Program peremajaan lahan kebun sawit rakyat di Kabupaten Paser dikhawatirkan akan terhambat akibat sertifikat kepemilikan tanah. Sekitar 617 ha lahan tersebut dimiliki sekitar 317 kepala keluarga disekitar wilayah PTPN XIII.

Kepala bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian (Distan) Paser H Bahriansyah mengungkapkan bahwa lembaga Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mensyaratkan lahan yang diremajakan harus memiliki sertifikat lahan kebun.

“Kebun plasma milik petani dulu dibangun dengan pola kerjasama PTPN XIII yang bangunkan kebunnya dan pihak BRI ¬†yang membiayai. Kemudian petani bisa mencicil dari hasil kebun untuk mendapatkan kepemilikan kebun tersebut, ” ungkap Bahriansyah, Senin (20/3/2017).

Saat ini, lanjut Bahriansyah, kebun-kebun tersebut sudah tidak produktif lagi sehingga perlu diremajakan, tetapi sejumlah petani sampai saat ini mengaku belum mendapatkan sertifikat lahan kebunnya.

“Kami sudah koordinasikan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Paser, hasil penjelasan BPN sertifikat belum diterbitkan oleh Kanwil BPN, dan prosesnya memakan waktu lama karena harus melibatkan provinsi,” tambahnya. (rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *