MULAWARMAN NEWS

DPD KNPI Paser Gelar FGD tentang Isu Lingkungan DAS Kandilo

M-NEWS.ID, TANA PASER – Menanggapi isu lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kandilo, DPD KNPI Kabupaten Paser menggelar Focus Group Discussio (FGD) DAS Kandilo yang mengangkat tema “Gotong Royong Demi Sungai Sungai Urat Nadi Taka” di Gedung Perempuan Berjaya Jalan Jenderal Sudirman Tanah Grogot, Selasa (29/10/2019).

DAS Kandilo dengan berbagai isu lingkungannya mengancam fungsi dan perannya bagi masyarakat Paser.

“Sungai kandilo merupakan kebutuhan bagi masyarakat Kabupaten Paser dan menjaga DAS kandilo merupakan kewajiban kita bersama,” kata Eko Yuniantonosa Rhofiza, S.Hut.

Dia menuturkan, dilaksanakannya kegiatan ini karena adanya kekhawatiran melihat perkembangan DAS Kandilo saat ini dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

“Dimana kondisi air sungai kandilo saat ini di perkirakan sudah mencapai ambang awas, dan kita berharap hasil FGD ini ada kesepakatan bersama meningkatkan kualitas air serta menurunkan pencemaran sungai,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya akan bekerjasama dengan forum DAS yang ada di kabupaten Paser sehingga output dari kegiatan ini akan terbentuk komunitas peduli lingkungan yang akan dibentuk di masing-masing kecamatan.

“Nanti kita sinergikan program dari forum DAS dengan teman-teman komunitas lingkungan yang dibentuk untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di bantaran DAS kandilo,” katanya.

Sementara, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser Achmad Safari mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil FGD ini sebagai tupoksi tugas DLH dalam pengelolaan lingkungan di Kabupaten Paser.

“Sesuai arahan Wakil Bupati, kita akan tindaklanjuti hasil ini, dan tentunya DLH perlu bantuan seluruh stakeholder, mulai dari SKPD terkait, masyarakat serta pihak swasta” kata Achmad Safari.

Dia juga mengapresiasi kegiatan FGD ini untuk penyatuan persepsi dan mensinergikan langkah penanganan DAS Kandilo.

“Kami melihat ini sebagai starting awal akselerasi percepatan pelestarian lingkungan di Kabupaten Paser,” ucapnya. (rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *