MULAWARMAN NEWS

Guru SD dan SMP di Paser Ikuti Diklat Daring Pembuatan Video Pembelajaran

Kadisdikbud Paser, Murhariyanto ketika membuka Diklat pembuatan video pembelajaran daring

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Paser mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pembuatan video pembelajaran secara daring.

Diklat ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser Murhariyanto dan berlangsung selama tiga hari mulai 18 Agustus 2021. Murhariyanto menyebut media pembelajaran komponen yang ikut andil dalam terlaksananya proses pembelajaran dalam tingkat satuan pendidikan

“Ini penting agar guru dan siswa bisa berinteraksi dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar,”

Kadisdikbud Kabupaten Paser, Murhariyanto.

Murhariyanto, menambahkan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, para guru dituntut harus kreatif dalam memberikan pengajaran secara daring dengan jarak jauh. Terlebih media pembelajaran harus di buat sekreatif mungkin dan menyenangkan.

“Semakin baik dan menarik media yang digunakan dalam proses belajar semakin mudah mencapai tujuan pembelajaran,” ucapnya.

Murhariyanto berharap dengan media pembelajaran yang kreatif, dapat mengimbangi keterbatasan jarak selama pembalajaran di masa pandemi ini.

“Artinya dengan video yang kreatif, materi bisa dicerna siswa. Dengan demikian, kualitas pendidikan kita selama pandemi tetap baik,” ujarnya.

Untuk peningkatan kompetensi guru, dalam hal ini ini pembuatan video pembelajaran, Disdikbud Paser telah menyiapkan fasilitas dan sarana penunjang.

“Kita sudah ada studio mini. Di situ untuk kegiatan pembuatan video bisa, dan juga kedepan untuk kegiatan kreativitas lainnya guna menunjang proses pendidikan,” ucap Murhariyanto.

Baca Juga :

Ketua Komunitas Guru Kreatif Kabupaten Paser Saparuddin mengatakan pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi yang mudah digunakan guru.

“Kami pakai kinemaster, aplikasi yang mudah untuk membuat video pembelajaran. Alhamdulilah semua guru bisa menggunakan dan langsung bisa dipraktekan,” ujarnya.

Saparuddin mengatakan diklat ini diikuti 663 guru SD dan 237 guru SMP. Ia berharap para guru mampu mengaplikasikan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Para peserta akan mendapat sertifikat. Apabila mencapai 30 jam pelajaran atau selama mengikuti diklat ini,” kata Saparuddin. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *