MULAWARMAN NEWS

Horeee….Hasil TBS Petani Plasma Batu Engau Dibayarkan

Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi penandatangan berita acara pembayaran hasil penjualan kelapa sawit petani plasma Senin (12/6/2017) di Pendopo Bupati Paser

M-News.id – Molornya pembayaran hasil penjualan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani plasma di perusahaan PT Pradiksi Gunatama dan PT Senabangun Aneka Pertiwi Kecamatan Batu Engau sebagai imbas konflik internal perusahaan akhirnya berakhir, Senin (12/6/2017) di Pendopo Bupati Paser.

Hal tersebut ditandai dengan penandatangan berita acara pembayaran hasil penjualan kelapa sawit petani plasma dengan pihak pertama PT Cahanya Bintang Sejati (CBSS) dan pihak kedua Koperasi Plasma PT Pradiksi Guna Tama dan PT Senabangun Aneka Pertiwi sebesar Rp 3.301.824.067.00.

Disaksikan Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi, penandatangan juga disaksikan Asisten Ekonomi Karoding, Ketua Bappeda IG Putu Suantara, sejumlah Kabag di lingkungan Setda Paser, Camat Batu Engau Faulus Margita, Danramil Batu Engau dan pengurus koperasi serta dihadiri jajaran manajemen PT Pradiksi Guna Tama dan PT Senabangun Aneka Pertiwi.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah wujud dari komitmen antara semua pihak yang sebelumnya sempat terjadi ketidaksepahaman sehingga menimbulkan keresahan di kalangan petani plasma di tujuh desa di Kecamatan Batu Engau,” kata Bupati Paser dalam sambutannya.

Bupati juga berharap kedepan pihak pihak perusahaan agar bisa benar-benar memperhatikan serta membangun kesinambungan kerjasama antara semua pihak yang sama-sama menguntungkan.

“Kita harus memperhatikan dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pengelolaan kebun plasma sebagaimana tertuang pada butir kesepakatan, jangan lagi ada informasi mengenai perusahaan yang tidak membayar gaji para karyawannya,” tegas Bupati.

Perwakilan manajemen PT CBSS Lutfi Hairul Alam menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya dan perhatian Pemkab Paser sehingga pembayaran hasil penjualan kelapa sawit kepada petani melalui koperasi dapat di selesaikan.

“Pembayaranya telah dilakukan melalui trasfer melalui Bank pada tanggal 9 Juni 2017, dan semata-mata keterlambatan pembayaran ini lkarena adanya masalah dimanajemen perusahaan,” ungkapnya. (*/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *