MULAWARMAN NEWS

Ilmu adalah Dasar Kepemimpinan yang Kuat, Bersih dan Bermartabat

Oleh : Ardi Sulaiman (Guru Ponpes Al Ihsan)

Ilmu pengetahuan adalah proses dari akumulasi kompetensi , yaitu memiliki kemampuan yang baik di bidang pengetahuan tertentu yang menjadi ilmu pengetahuan (from knowledge to science), yang berarti memiliki status untuk menjadi sama dengan ilmu.

Memiliki ilmu pengetahuan sangatlah penting di era saat ini. Mengingat ilmu saat ini merupakan pondasi kuat dalam berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dengan ilmu teknologi dan ilmu pemerintahan.

Mengapa ilmu pemerintahan sangatlah penting?. Ilmu pemerintahan merupakan ilmu yang dapat menopang kepemimpinan dalam sebuah pemerintahan. Jika tidak berilmu, maka pemerintahan tidaklah dapat berjalan sesuai perencanaan dan tujuan yang diinginkan akan sulit tercapai.

Mempelajari ilmu pemerintahan adalah agar dapat memahami teori-teori bentuk dan proses pemerintahan serta mampu menempatkan diri serta ikut berperan serta di dalam proses penyelenggaraan pemerintah.

Buat makanan tanpa ilmu, tidak dapat dimakan. Buat pakaian tanpa ilmu, tidak dapat terpakai, memimpin pemerintahan tanpa, apa jadinya?. Menjadi pemimpin bagi orang banyak memerlukan kapasitas ilmu agama yang baik. Karena yang dimaksud ilmu dalam hadits ini adalah ilmu agama. Sebagaimana hadits Abdullah bin Amr:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا“

Sesungguhnya Allah tidak menghilangkan ilmu secara seketika dari para hamba. Namun Allah menghilangkannya dengan mewafatkan para ulama. Sehingga ketika tidak tersisa seorang ulama pun, orang-orang mengangkat orang jahil sebagai pemimpin. Orang-orang bertanya kepada mereka tersebut dan mereka menjawab dengan tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan” (HR. Bukhari no.100)

Pemimpin yang sebagaimana digambarkan dalam hadits adalah‘pemimpin-pemimpin yang mereka berkata dan beramal tanpa ilmu’. Dan sudah kita bahas bahwa ‘ilmu’ di sini adalah ilmu agama. Jika mereka menjalankan pemerintahannya tanpa ilmu agama, artinya mereka berhukum dengan landasan selain ilmu agama, yaitu hukum-hukum buatan manusia.

Jadi dalam memilih pemimpin haruslah yang memiliki ilmu dan akhlak yang baik. Sehingga ketika dipimpin oleh pemimpin yang berilmu dan berakhlak mulia. Kedepannya pemerintahan dapat berjalan lurus dan sesuai harapan dan cita-cita kemanusian yang adil dan beradab.

SETIAP ARTIKEL MNEWSIANA MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *