MULAWARMAN NEWS

Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Vaksinasi Terbanyak

MNEWSKALTIM.COM, JAKARTA – Progres Indonesia dalam memvaksinasi masyarakat merupakan satu hal yang patut dibanggakan. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya di Kantor Presiden (26/03) yang ditayangkan pada kanal Youtube Sekretariat Presiden.

“Dari lebih 200 negara di dunia, Indonesia adalah satu dari beberapa negara yang sudah memulai program vaksinasi yang masif”

dr. Reisa

Reisa menjelaskan bahwa per tanggal 24 Maret 2021, On World in Data menunjukan bahwa Indonesia berada di 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak.

“Sangat penting bagi masyarakat yang menjadi penerima vaksin untuk berterima kasih kepada mereka yang sudah berjuang untuk memastikan kita sehat dan aman dari Covid-19, caranya dengan siap divaksin saat vaksin siap!”, ajak dr. Reisa.

Reisa mengingatkan bahwa kita mempunyai kewajiban untuk mengingatkan atau mengedukasi mereka yang seharusnya masuk giliran divaksin, salah satunya adalah lansia.

Jumlah lansia yang akan divaksin seluruhnya sekitar 21 juta orang lebih, namun masih banyak dari mereka yang belum mendapatkan haknya.

“Ini tentunya merupakan kewajiban kita yang mungkin usianya lebih muda terlebih anak dan cucu mereka untuk dapat memberikan informasi mengenai tempat, jadwal maupun cara pendaftaran dan syarat siap untuk divaksin”, sambung dr. Reisa.

Syarat yang paling umum untuk lansia adalah harus dapat membuktikan usia diatas 60 tahun dengan menunjukkan KTP yang sesuai dengan wilayah sentra vaksinasi serta membawa bukti pendaftaran atau voucher dan hadir tepat waktu sesuai jadwal.

“Bagi lansia yang berobat rutin untuk penyakit kronis, tambahkan juga bawalah surat rekomendasi vaksin dari dokter spesialis”, sambung dr. Reisa.

Baca Juga :

Reisa menekankan bahwa pesyaratan kesehatan bukan untuk menyulitkan, akan tetapi untuk memastikan bahwa semua prosedur kesehatan dipenuhi.

“Vaksinasi adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh kita terhadap virus penyebab Covid-19, jadi yang harus terjadi adalah peningkatan tingkat kesehatan, bukan sebaliknya, oleh karena itu rekomendasi dokter yang merawat lansia diperlukan untuk melancarkan proses vaksinasi dan memastikan dampak maksimal imunitas tubuh dapat dinikmati oleh lansia tersebut”, jelas dr. Reisa.

Oleh karena itu, dr.Reisa mengajak kita untuk membantu memastikan lansia mendapatkan hak mereka, dengan tiga langkah mudah yaitu memberikan informasi yang tepat dan terkini; membantu mendaftarkan ke fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi; serta mendampingi dan membantu mereka merasa nyaman ketika mengikuti proses vaksinasi.

Untuk diketahui, Menteri Kesehatan membuka peluang untuk melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi anak muda dengan syarat wajib membawa beberapa warga lansia untuk ikut divaksin, upaya ini bertujuan untuk mempercepat vaksinasi lansia.

(Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *