MULAWARMAN NEWS

Inovasi Pengolahan Sawit melalui Hilirisasi, Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Ketua DPD PPI Fadlul Chaliq

M-NEWS.ID, Tana Paser – Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah harus mendukung stabilisasi komoditas unggul di Kabupaten Paser dengan mengambil kebijakan untuk melawan intervensi ekonomi oleh Uni Eropa. Hal tersebut di sampaikan Ketua DPD PPI Fadlul Chaliq saat ditemui M-News.id beberapa waktu lalu.

Dia  menjelaskan, selain sektor pertambangan batu bara, komoditas sawit merupakan penunjang utama perekonomian Kalimantan Timur yang harus menerapkan langkah-langkah melawan diskriminasi sawit oleh Uni Eropa.

“Salah satu upaya itu tentunya dengan mendirikan pabrik pengolahan yang Inovatif seperti yang dilakukan ITB yang memukan solusi pengolahan komoditi Sawit menjadi BBM. Artinya upaya menciptakan pabrik  pengolahan yang inovatif ini diharapkan bisa menjadi solusi ditengah besarnya harapan masyarakat petani sawit,” katanya.

Menurutnya, dengan inovasi tersebut dapat mengamankan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pabrik Inovatif juga bisa, dan tentunya terciptanya lapangan kerja dan sumber penghasilan lainnya.

“Dengan mendirikan Pabrik inovatif, pada akhirnya semua rotasinya akan berefek pada kesejahteraan masyarakat Paser, dengan formula ini akan terasa oleh kita, dari petani yang tidak lagi khawatir rendahnya harga, kemudian mendongkrak besarnya PAD dimana hasil produksi bisa menghasilkan varian baru, tidak hanyak minyak goreng, tetapi juga BBM Bio Diesel,” ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjut Pria yang akrab disapa Fadel, upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Paser untuk melawan intervensi ekonomi Uni Eropa belum dirasakan masyarakat. Sinergitas Pemerintah Kabupaten Paser dalam hal ini Eksekutif serta legislatif mengenai Hilirisasi Industri untuk mengakomodir segala persoalan sawit yang tidak memiliki ujung pangkal.

“Ketika pemerintah tidak cepat bergerak, semakin kesini petani semakin menjerit. Sinergitas Eksekutif serta legislatif tentang Inovasi Pengolahan Sawit melalui Hilirisasi harus dibangun. Hilirisasi Industri di Paser diharapkan mampu menjadi solusi meningkatkan harga jual sawit yang dimana produktivitasnya semakin meningkat, sedangkan harga jual cenderung menurun bahkan stagnan,” tuturnya.

Dia juga berharap Peran Pemuda merancang Grand Design langkah-langkah strategis pembangunan ekonomi inovatif mengatasi persoalan komoditi sawit di Paser.

“Pemuda Paser harus mendorong Pemerintah segera membuat Pabrik inovatif, daripada memelihara pabrik – pabrik yang yang tidak mengindahkan teguran yang berulang kali diberikan, jika perlu cabut izinnya”, harapnya. (*/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *