MULAWARMAN NEWS

Jalan Penghubung Batu Engau, Mobil membawa Keluarga yang Sakit amblas di Kubangan

M-NEWS.ID, BATU ENGAU – Jalur penghubung Kecamatan Batu Engau – Tanjung Aru tepatnya di Desa Tempakan, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser yang juga merupakan jalan provinsi mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Tidak sedikit kendaraan masyarakat yang terpaksa harus terhenti karena tidak bisa menembus Jalan yang licin karena hujan yang mengguyur sejak awal tahun 2019 ini. Hingga akhirnya secara bergantian masyarakat mendorong dan tampak kendaraan roda 4 bergantian saling menarik setiap kendaraan yang amblas di tengah kubangan jalan yang meleleh.

Bahkan Rusdi (25) salah satu supir kendaraan Jenis Pickup yang juga turut menjadi korban di jalur tersebut mengatakan bahwa ia sedang mengantar orang tuanya yang sedang sakit ke Puskesmas Kerang, Kecamatan Tanah Grogot.

“Saya Dari Sekayu Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan, saya mau ke Puskesmas Kerang ngantar Ibu saya mau periksa,” ujar Rusdi saat kendaraannya masih amblas di kubangan jalan yang Licin. Sabtu (9/2/2019).

Warga sekitar yang mendengar keluhan Rusdi langsung berusaha membantu Rusdi mendorong Mobilnya. Namun karena posisi kendaraan yang sudah tersangkut dalam di Kubangan membuat warga kewalahan mendorong mobil tersebut bahkan mobil tersebut juga sudah dibantu dengan satu mobil yang menarik didepannya.

Lebih dari 30 menit warga berusaha mengeluarkan mobil rusdi dari kubangan tersebut. Hingga akhirnya mobil rusdi bisa keluar dari kubangan tersebut.

Mobil Rusdi terhenti di jalan rusak tersebut lantran sebuah Mobil Tangki pengangkut Solar milik PT. Tirta Wijaya Energy juga terhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan di sisi kiri tangki tersebut juga terdapat sebuah truk pengangkut Pasir milik warga sekitar yang juga mengalami hal serupa.

Aliasun(30) supir truk pengangkut Pasir mengatakan bahwa sebelum truk yg dikendarai amblas sudah ada 2 truk yang terlebih dulu amblas ditempat tersebut karena menghindari tangki yang terhenti di tengah jalan milik PT. Tirta Wijaya Energy tersebut.

“Sebelum saya ada 2 truk yang amblas juga disini, truk saya sudah 2 jam disini,” ucap aliasun.

Akibat 1 unit tangki dan 1 unit truk yang amblas tersebut antrian kendaraan pun tidak dapat dihindari. Tampak antrian kendaraan hingga mencapai 200 meter. Selain itu aktifitas warga juga menjadi terhambat lantaran tidak bisa melintasi jalur tersebut. (AIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *