MULAWARMAN NEWS

Jalur Trans Kaltim di Desa Tanah Periuk Tergenang Banjir

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Jalur utama yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Paser tergenang banjir mulai Rabu (8/4/2020) sehingga mengganggu arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Kendaraan pun baik roda empat dan dua harus bergantian melewati genangan sejauh 200-300 meter dengan arahan pihak kepolisian dan warga karena banyaknya lubang dan kondisi arus deras serta tingginya genangan air yang mencapai 20-25 cm.

Banjir yang melanda Desa Tanah Periuk terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga meningkatkan debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kandilo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser melalui anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Paser, Hendrik mengatakan ada ratusan Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir di Desa Tanah Periuk.

“Ada 646 KK di 6 RT mulai RT 1, 2, 3, 4, 5 dan 9 yang terdampak banjir di Tanah Periuk,” kata Hendrik, Kamis (9/4/2020).

Hendrik juga menyebut ketinggian air di pemukiman warga bisa mencapai 30 cm hingga 150 cm. Penyebabnya utama nya yaitu intensitas hujan yang cukup tinggi di daerah hulu.

“Air kiriman dari daerah hulu ditambah kondisi air pasang dan rumah dekat dengan DAS sehingga pemukiman warga sekitar terendam banjir,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPBD Paser hingga 9/4/2020, genangan air di Desa Tanah Periuk menyebabkan
warga terisolir tidak bisa beraktifitas seperti biasa dikarenakan akses jalan keluar masuk gang tergenang Banjir.

Selain itu, banjir melumpuhkan area perkebunan dan area pertanian warga sehingga warga tidak bisa melakukan panen. Hingga kini BPBD Paser masih melakukan pendataan kerugian dari warga yang terdampak.

“Untuk warga yang menjadi korban, sebagian ada yang mengungsi mandiri ke rumah keluarga terdekat dan ada pula yang dibantu evakuasi oleh Tim di Posko,” ucapnya.

Sementara tim gabungan yang siaga adalah BPBD Kabupaten Paser, Polsek Tanah Grogot, Koramil Tanah Grogot, Damkar Paser, dan Satpol PP, serta beberapa badan usaha, relawan dan masyarakat. (rhn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *