MULAWARMAN NEWS

Jamaah Calhaj tidak dapat jatah makan, Begini Penjelasan Kemenag Paser

Kantor Kemenag Paser

M-News.id – Polemik tidak adanya lagi pemberian jatah makan untuk jamaah calon haji (calhaj) membuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser angkat bicara. Kepala Kemenag Paser H Mohlis melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah H Khairani menyampaikan, bahwa jatah makan para jemaah memang tidak ditanggung penuh selama berada di Tanah Suci.

“Jatah makan memang tidak ditanggung 40 hari penuh, tetapi hanya sekitar 27 hari saja. Terdiri dari, 9 hari jatah makan di Madinah, 13 hari di Makkah dan 5 hari di Armina (Arafah, Musdalifah dan Mina),” ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah H Khairani, saat ditemui di Kantor Kemenag Paser, Jalan Sultan Ibrahim Khaliludin, Senin (28/8/2017).

Menurut Khairani, ketentuan jatah makan yang hanya 27 hari dengan perharinya dijatah dua kali makan, yakni makan siang dan makan malam, sudah disampaikan kepada para jemaah Calhaj Kabupaten Paser saat Manasik Haji sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci.

“Mulai Minggu tanggal 27 Agustus 2017 jatah makan di Makkah memang sudah habis dan program jatah makan ini, sudah ketentuan pemerintah pusat yang penerapannya berlaku untuk jamaah seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Paser,” jelasnya.

Dengan sudah tidak adanya lagi jatah makan, lanjut Dia, untuk biaya hidup selama sisa waktu pelaksanaan haji, pemerintah telah menyiapkan Living Cost yang telah diestimasikan dengan biaya hidup per orang per hari di Tanah Suci.

“Saat diembarkasi, para jemaah sudah dibekali Living Cost dengan uang dalam pecahan Riyal dengan besaran sebanyak 1.500 Riyal per jemaah yang bisa dipergunakan untuk membeli makan,” ungkapnya.

Ditambahkannya pula, uang sebesar itu sudah berdasarkan perhitungan konsumsi dan kebutuhan akomodasi tambahan lain selama di tanah suci. Ini sekaligus menepis informasi bahwa sehari jamaah harus mengeluarkan biaya makan sampai Rp 1.5 juta.

“Itu sangat cukup, biaya sekali makan di tanah suci biayanya berkisar antara 3-5 riyal per orang, bila dikalkulasikan dengan nilai tukar Rp 3.000,/riyal berarti setiap jemaah memegang uang sebesar Rp4.500.000,” tambahnya.

Dari informasi, jamaah sudah pada berdatangan dari seluruh belahan bumi membuat pihak pemerintahan Arab Saudi menerapkan pelarangan melintas kendaraan di Makkah, sehingga kendaraan jasa katering tidak boleh melintas serta jamaah haji banyak yang hanya berjalan kaki. (nan/boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *