MULAWARMAN NEWS

Karantina Pertanian Balikpapan Dorong Akselerasi Ekspor Kaltim di Paser dan PPU

MNEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Karantina Pertanian Balikpapan mengunjungi Pemerintah Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara, Jum’at (2/10/2020) guna membahas tentang akselerasi ekspor untuk komoditas pertanian Kaltim.

“Banyak komoditas yang dapat dikembangkan di Kalimantan Timur untuk ekspor,”

Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan, Rahman

Dalam setiap audiensi yang disambut hangat Wakil Bupati Paser Kaharuddin dan Plh Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara, Ahmad ini membahas potensi pertanian lokal yang bisa dikembangkan untuk ekspor seperti halnya komoditi sarang walet.

“Dalam masa pandemi ini saja, lalulintas Sarang Burung Walet (SBW) masih terus bergeliat ,”ucapnya.

Rahman mengungkapkan, berdasarkan data IQ Fast Karantina Balikpapan, tercatat sebanyak 127 ton SBW yang dilalulintaskan melalui Karantina Balikpapan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kunci agar sarang burung walet ini dapat diekspor langsung dari Kaltim, perlu adanya tempat pemrosesan SBW,” jelasnya.

Selain itu, ditengah lahan di Kaltim yang sangat luas, komoditas lain yang sangat berpotensi untuk dikembangkan ekspor yaitu porang. Apalagi tanaman ini juga bisa tumpang sari dengan tanaman lain seperti sawit dan karet.

“Porang sudah banyak diminati di berbagai negara seperti Cina, Vietnam, dan Jepang, ini lah kesempatan kita untuk bangkit mengembangkan porang di tanah Kaltim agar menjadi salah komoditas ekspor unggulan,” tuturnya.

Baca Juga :

Sementara itu, Wabup Paser Kaharudin mewakili Pemerintah Kabupaten Paser menyambut baik dan memberikan dukungan untuk meningkatkan ekspor Pertanian Kaltim.

“Terkait akselerasi ekspor dan tentunya akan kami tindak lanjuti ke dinas terkait agar segera bergerak melakukan kegiatan terkait potensi ekspor ini, sehingga tidak hanya menjadi informasi saja,” kata Wabup Paser Kaharuddin.

Senada dengan Paser, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang diwakili Sekretaris Daerah Ahmad juga berharap adanya keberlanjutan dari akselerasi ekspor Kaltim.

“Kami akan mendorong dinas pertanian untuk mengembangkan porang di PPU terkait akselerasi eskpor ini. Ada 63 penyuluh pertanian yang siap menjadi ujung tombak untuk membantu mensosialisasikan dan membantu kegiatan ini,” kata Ahmad. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *