MULAWARMAN NEWS

Karantina Pertanian Balikpapan Lepas Ekspor Olahan Sawit Kaltim senilai 108 Miliar

MNEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Balikpapan melepas ekspor 11.998 metrik ton RBD Palm Olein dengan nilai mencapai Rp 108 miliar dengan tujuan ekspor tujuan Cina, Kamis (10/12/2020).

Ekspor komoditas perkebunan di Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi dan kinerja yang tinggi. Bertepatan dengan Hari Perkebunan Nasional ke-63 yang mengusung tema Optimalisasi Ekspor Perkebunan dalam Upaya Pemulihan Ekonomi,

“Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian dan Kepala Badan Karantina Pertanian bahwa Badan Karantina Pertanian terus berkomitmen mendorong ekspor komoditas pertanian dan perkebunan melalui layanan cepat,”

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan, Abdul Rahman

Menurut Abdul Rahman, potensi perkebunan kelapa sawit di pulau Kalimantan tidak bisa dipandang sebelah mata. Tanaman asli dari Benua Amerika ini banyak ditanam di Pulau Borneo yang merupakan sebutan dari Pulau Kalimantan ini. Sekitar 35% produksi nasional berasal dari pulau yang paling luas di Indonesia.

Dikatakan Abdul Rahman, di Kalimantan Timur sendiri, berdasarkan data Dinas Perkebunan tahun 2019, luas area pertanaman sudah mencapai 1.228.138 hektar yang hampir tersebar di seluruh Kabupaten di Kaltim. Tidak heran jika tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, kosmetik, produk kebersihan, dan biodiesel ini banyak ditanam mulai dari perorangan atau petani, perusahaan swasta, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga :

Menteri Pertanian sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan ad interim, Syahrul Yasin Limpo secara virtual melepas ekspor komoditas sektor perkebunan melalui pelabuhan laut dan bandar udara di 22 unit pelaksana karantina pertanian.

“Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tanggerang dan seluruh jajaran eselon 1 di lingkup Kementerian Pertanian dan ekspor kita hari ini tidak lain adalah mencoba melakukan optimalisasi berbagai produk sektor pertanian,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini saat melepas langsung 26 ton arang kelapa milik PT Chocoal Indonesia menuju Irak di Scientia Square Park, Tanggerang.

Menurutnya, Kementan terus mendorong untuk akselerasi ekspor sektor pertanian kebeberapa negara yang ada. Hal ini sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk melakukan pemulihan ekonomi menjadi priorifas ditengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi diseluruh dunia.

Sebagai informasi, dari 22 pintu ekspor empat diantaranya disaksikan secara virtual terhubung langsung dengan Menteri Pertanian. Yakni Belawan, Pekanbaru, Manado dan Lampung. Secara total berjumlah 94,9 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 1,68 triliun. Ragam komoditas sebanyak 10 jenis seperti kelapa dan turunannya, karet, kopi, kakao dan pinang dengan 44 negara tujuan antara Cina, Rusia, Lativa, Inggris dan lainnya.(drs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *