MULAWARMAN NEWS

Kejari Paser Musnahkan Barang Bukti Perkara

M-News.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser memusnahkan puluhan barang bukti perkara periode Januari-Maret 2018, disaksikan beberapa perwakilan dari Polres dan pengadilan setempat di halaman Kejari, Selasa (3/4/2018).

Pemusnahan barang bukti tersebut berupa barang bukti perkara narkotika, pelanggaran UU Kesehatan, ijin edar obat, pelayaran, asusila persetubuhan hingga perkara pembunuhan.

“Barang bukti yang dimusnakahkan dari berbagai perkara seperti narkoba, UU kesehatan, perkara pembunuhan, asusila persetubuhan, pelayaran, dan ijin edar terkait beberapa obat yang dikonsumsi sehari-hari,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Paser Muhamad Mahdy.

Pemusnahan yang dilakukan itu menurut Mahdy merupakan salah satu tugas kejaksaan selaku pelaksana dari putusan hakim pada setiap perkara yang telah memiliki hukum tetap.

“Dalam amarnya menegaskan terkait barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan,” ucap Mahdy.

Dari beberapa barang bukti perakara yang dimusnahkan, terdapat barang bukti narkoba berupa shabu yang beratnya terbilang kecil yakni 1,484 gram.

“Untuk barang bukti narkotika, jumlah sebagian besar telah dimusnahkan di Polres. Di Jaksa hanya yang tersisa dari hasil Laboratorium Forensik (Labfor) yang digunakan sebagai pembuktian selama proses persidangan,” jelas Mahdy.

“Untuk barang bukti ril sudah dimusnahkan sebelumnya di Kepolisian,” imbuh Mahdy.

Pada pemusnahan itu juga terdapat barang bukti tangki mobil yang telah dimodifikasi ukurannya menjadi besar.

“Tangki mobil itu barang bukti perkara pengetapan minyak yang telah dimodifikasi. Untuk perkara ini hanya tangkinya saja yang menjadi barang bukti sementara mobilnya tidak,” kata Mahdy.

Dalam tahun ini, Kejari Paser merencanakan empat sampai lima kali kegiatan pemusnahan barang bukti untuk mencegah hilangnya barang bukti yang telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

“Banyak kejadian banjir dan kebakarang sehingga barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap hilang. Sehingga kami mengantisipasi dengan merencanakan pemusnahan barang bukti empat sampai lima kali dalam tahun ini,” ujar Mahdy. (sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *