MULAWARMAN NEWS

Kisah Kepala Bappeda Paser di Jepang, Selamat Dari Angin Topan Hagibis

Kepala Bappeda Paser Muksin di Kota Tokyo Jepang

M-NEWS.ID, TANA PASER – Typhoon Hagibis atau angin Topan Hagibis mengarah ke negara Jepang pada, Sabtu (12/10/2019).

Walaupun dikabarkan topan Hagibis telah melemah saat mendekati Jepang, namun topan Hagibis sangat berbahaya karena mempunyai kecepatan setara dengan badai Atlantik kategori 3 yaitu sekitar 195 kilometer per jam.

Topan Hagibis ini sampai di Jepang pada Sabtu sore waktu Jepang, tetapi sudah berdampak di banyak wilayah.

Muksin, salah satu warganegara Indonesia (WNI) yang juga menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Paser, menceritakan bagaimana suasana mencekam di Kota Tokyo.

Dalam pesan whatsappnya, Muksin yang sedang mengikuti Staff Enhancement (SE) yang dilaksanakan oleh Bappenas di Tokyo, Jepang mengungkapkan angin topan mulai melewati Tokyo pada malam hari.

“Angin mulai mendekati Tokyo sekitar pukul 20.30 hingga pukul 22.00 waktu setempat tadi malam. Namun, tidak ada korban jiwa di Tokyo,” katanya.

Dia menggambarkan suasana Kota Tokyo malam itu cukup mencekam dengan suara hujan lebat ditambah gemuruh keras di penjuru kota.

“Kota Tokyo sudah diguyur hujan disertai angin sejak subuh, pada malam hari sekitar pukul 8.30 terdengar suara gemuruh yang begitu kuat, seperti suara pesawat terbang,” ujarnya.

Kondisi itu, lanjutnya, terjadi terus menerus hingga sekitar pukul 10 malam waktu setempat dan malam itu bunyi sirine juga terdengar bersahut-sahutan di jalan raya.

“Sempat khawatir, karena dilaporkan angin taifun juga akan melewati Tokyo, tapi sebagai orang yang beriman, saya serahkan semua kepada yang Maha Kuasa dan Alhamdulillah saya dan dua orang lainnya yang sedang mengikuti program SE serta warga Indonesia yang ada disini selamat dari bencana ini,” ungkapnya.

Untuk menghindari terjadinya banyak korban jiwa, Pemerintah Jepang, mengantisipasi terjadinya angin topan ini dengan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman sebelum terjadinya bencana.

“Meski demikian korban jiwa tidak dapat dihindari, 2 orang dilaporkan tewas dan 9 lainnya dinyatakan hilang karena banjir dan tanah longsor serta 80 orang terluka setelah tertimpa reruntuhan rumahnya akibat taifun,” jelas Muksin.

Dikutip detik.com, Topan Hagibis melanda yang Jepang sejak Sabtu (12/10/2019) malam dilaporkan tidak ada WNI yang jadi korban tewas atau luka dalam peristiwa itu.

“Dari hotline dan medsos yang kami pantau tidak ada WNI terluka, namun ada beberapa yang stranded di bandara dan di hotel,” kata Konselor Menteri di Bidang Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Eko Santoso Junor, Minggu (13/10/2019).(*/sas/dar) `

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *