MULAWARMAN NEWS

Komisi II DPRD Kaltim Siapkan Draf Perda Kepariwisataan Kaltim

M-NEWS.ID, YOGJAKARTA – Komisi II DPRD Kaltim, Kamis (17/10/2019), bertandang ke kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DKP) Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).

Menurut Ketua Komisi II Veridiana Wang, ke Provinsi DIY merupakan salah satu agenda kunjungan kerja (kunker) pihaknya. Dimana setelah ke DKP, Komisi II DPRD Kaltim juga akan kunker ke DPRD DIY.

“Usai disahkannya Alat Kelengkapan Dewan (AKD), maka kami pun bergegas menjalankan tugas, pokok dan fungsi dari Komisi II DPRD Kaltim. Agenda pertama, melakukan kunker ke Provinsi DIY,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ia, kunker ke Provinsi DIY bermaksud untuk mempelajari cara mengelola destinasi pariwisatanya. Sehingga ramai dikunjungi wisatawan, yang berdampak pada tingginya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disumbangkan dari sektor pariwisata.

“Jogja ini kan PAD terbesarnya itu dari pariwisata, hampir 50 persen dari retribusi pariwisata. Nah, kita mau menggali bagaimana strategi mereka sampai bisa sebesar itu,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengungkapkan, sektor pariwisata di Kaltim belum mendapat perhatian lebih dari pihak Pemprov.

“Potensi kita besar, lebih besar dari Jogja. Kenapa kita tidak bisa? Pemerintah terlalu berharap pada sektor SDA tak terbaharukan, padahal pariwisata kita menjanjikan,” ujarnya.

Hasil kunker, sebut Veridiana Wang, nantinya akan dibahas dalam rapat internal Komisi II DPRD Kaltim. Dia berharap, kedepan pariwisata di Bumi Etam memiliki payung hukum untuk sektor pengelolaan dan fasilitas penunjangnya.

“Kita mau, Kaltim kedepan punya guiden sumber ekonomi yang tidak semata-mata menggantungkan pada sektor tak terbaharukan. Sektor pariwisata kita menjanjikan, untuk jadi sumber pendapatan daerah,” katanya.

Karenanya, Ia menerangkan, bahwa pihaknya akan mengusulkan Perda Pariwisata. Agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bahu-membahu membangun sektor pariwisata. Salah satunya, adanya pembentukan Perseroda di jenjang kabupaten/kota di wilayah Kaltim untuk meningkatkan PAD.

“Konkretnya, kabupaten/kota seharusnya punya Perseroda pariwisata, kita di provinsi hanya mensupport saja. Kalau ini berjalan, Kaltim tidak lagi berpangku pada sektor SDA yang sebentar lagi habis,” pungkas Veridiana Wang. (dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *