MULAWARMAN NEWS

KPU Hanya Lakukan Real Count Melalui Situng dan Rekapitulasi Berjenjang

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim melalui Komisioner Divisi Teknik dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Kaltim Rudiansyah SE menegaskan, bahwa pihaknya tidak melaksanakan Quickcount.

“Kami tegaskan, KPU Kaltim selaku penyelenggara tidak melaksanakan Quickcount,” imbuhnya, Rabu (27/06/2018).

KPU, lanjut Rudi-biasa disapa, hanya akan melakukan proses resmi sesuai aturan. Yakni, Real Count melalui Sistem Informasi Penghitungan (SITUNG). Dikarenakan, KPU tidak boleh melaksanakan Quick Count.

“Jadi saya konfirmasi atas informasi-informasi beredar tidak tahu darimana, yang menyebutkan KPU Kaltim akan melakukan quick count. Itu informasi yg menyesatkan, ntah darimana asalnya. Karena, bukan saja kami tidak melaksanakan, tapi memang tidak boleh,” ucapnya.

Dikatakan, bahwa SITUNG yang melakukan input hasil secara bertahap seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Proses SITUNG, dilakukan dengan mengumpulkan seluruh form CKWK dan C1 KWK seluruh TPS menuju KPU Kabupaten/kota. Untuk di scan, kemudian di unggah secara bergantian atau bertahap di aplikasi SITUNG,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa SITUNG dapat terlihat di website resmi KPU dengan alamat situs: infopemilu.kpu.go.id.

“Untuk jenjang tahapan SITUNG adalah, TPS menyelesaikan dulu penghitungan. Kemudian, Form C dan C1 dikumpulkan ke PPS, PPS sampaikan Ke PPK, PPK membawa ke KPU Kabupaten/Kota, dan KPU Kabupaten/Kota melakukan scan input formulir tersebut TPS per TPS,” jelasnya.

Oleh karenanya, Rudi juga menerangkan, bahwa pihaknya harus memastikan prosedurnya berjalan sesuai aturan. Pasalnya, data yang wajib di upload merupakan hasil seluruh TPS. Artinya, bukan sekedar sample atau data diambil hanya dari beberapa TPS.

“Proses SITUNG berfungsi untuk transparansi proses, artinya siapapun bisa melihat hasil seluruh TPS. Guna menghindari adanya upaya, potensi atau niat manipulasi saat proses rekap berjenjang,” urainya.

Sedangkan untuk hasil secara resmi pada penyelenggaraan Pilgub Kaltim 2018, Rudi menyampaikan, hanya melalui rekapitulasi berjenjang sesuai tahapan.

Dimulai dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU kabupaten/kota hingga KPU provinsi yang akan menjadi hasil resmi.

“Jadi, saya kembali menegaskan, bahwa KPU Kaltim tidak melaksanakan dan tidak boleh melakukan quick count,” pungkasnya. (sad)

KPU Hanya Lakukan Real Count Melalui Situng dan Rekapitulasi Berjenjang

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim melalui Komisioner Divisi Teknik dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Kaltim Rudiansyah SE menegaskan, bahwa pihaknya tidak melaksanakan Quickcount.

“Kami tegaskan, KPU Kaltim selaku penyelenggara tidak melaksanakan Quickcount,” imbuhnya, Rabu (27/06/2018).

KPU, lanjut Rudi-biasa disapa, hanya akan melakukan proses resmi sesuai aturan. Yakni, Real Count melalui Sistem Informasi Penghitungan (SITUNG). Dikarenakan, KPU tidak boleh melaksanakan Quick Count.

“Jadi saya konfirmasi atas informasi-informasi beredar tidak tahu darimana, yang menyebutkan KPU Kaltim akan melakukan quick count. Itu informasi yg menyesatkan, ntah darimana asalnya. Karena, bukan saja kami tidak melaksanakan, tapi memang tidak boleh,” ucapnya.

Dikatakan, bahwa SITUNG yang melakukan input hasil secara bertahap seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Proses SITUNG, dilakukan dengan mengumpulkan seluruh form CKWK dan C1 KWK seluruh TPS menuju KPU Kabupaten/kota. Untuk di scan, kemudian di unggah secara bergantian atau bertahap di aplikasi SITUNG,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa SITUNG dapat terlihat di website resmi KPU dengan alamat situs: infopemilu.kpu.go.id.

“Untuk jenjang tahapan SITUNG adalah, TPS menyelesaikan dulu penghitungan. Kemudian, Form C dan C1 dikumpulkan ke PPS, PPS sampaikan Ke PPK, PPK membawa ke KPU Kabupaten/Kota, dan KPU Kabupaten/Kota melakukan scan input formulir tersebut TPS per TPS,” jelasnya.

Oleh karenanya, Rudi juga menerangkan, bahwa pihaknya harus memastikan prosedurnya berjalan sesuai aturan. Pasalnya, data yang wajib di upload merupakan hasil seluruh TPS. Artinya, bukan sekedar sample atau data diambil hanya dari beberapa TPS.

“Proses SITUNG berfungsi untuk transparansi proses, artinya siapapun bisa melihat hasil seluruh TPS. Guna menghindari adanya upaya, potensi atau niat manipulasi saat proses rekap berjenjang,” urainya.

Sedangkan untuk hasil secara resmi pada penyelenggaraan Pilgub Kaltim 2018, Rudi menyampaikan, hanya melalui rekapitulasi berjenjang sesuai tahapan.

Dimulai dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU kabupaten/kota hingga KPU provinsi yang akan menjadi hasil resmi.

“Jadi, saya kembali menegaskan, bahwa KPU Kaltim tidak melaksanakan dan tidak boleh melakukan quick count,” pungkasnya. (sad)

KPU Hanya Lakukan Real Count Melalui Situng dan Rekapitulasi Berjenjang

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim melalui Komisioner Divisi Teknik dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Kaltim Rudiansyah SE menegaskan, bahwa pihaknya tidak melaksanakan Quickcount.

“Kami tegaskan, KPU Kaltim selaku penyelenggara tidak melaksanakan Quickcount,” imbuhnya, Rabu (27/06/2018).

KPU, lanjut Rudi-biasa disapa, hanya akan melakukan proses resmi sesuai aturan. Yakni, Real Count melalui Sistem Informasi Penghitungan (SITUNG). Dikarenakan, KPU tidak boleh melaksanakan Quick Count.

“Jadi saya konfirmasi atas informasi-informasi beredar tidak tahu darimana, yang menyebutkan KPU Kaltim akan melakukan quick count. Itu informasi yg menyesatkan, ntah darimana asalnya. Karena, bukan saja kami tidak melaksanakan, tapi memang tidak boleh,” ucapnya.

Dikatakan, bahwa SITUNG yang melakukan input hasil secara bertahap seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Proses SITUNG, dilakukan dengan mengumpulkan seluruh form CKWK dan C1 KWK seluruh TPS menuju KPU Kabupaten/kota. Untuk di scan, kemudian di unggah secara bergantian atau bertahap di aplikasi SITUNG,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa SITUNG dapat terlihat di website resmi KPU dengan alamat situs: infopemilu.kpu.go.id.

“Untuk jenjang tahapan SITUNG adalah, TPS menyelesaikan dulu penghitungan. Kemudian, Form C dan C1 dikumpulkan ke PPS, PPS sampaikan Ke PPK, PPK membawa ke KPU Kabupaten/Kota, dan KPU Kabupaten/Kota melakukan scan input formulir tersebut TPS per TPS,” jelasnya.

Oleh karenanya, Rudi juga menerangkan, bahwa pihaknya harus memastikan prosedurnya berjalan sesuai aturan. Pasalnya, data yang wajib di upload merupakan hasil seluruh TPS. Artinya, bukan sekedar sample atau data diambil hanya dari beberapa TPS.

“Proses SITUNG berfungsi untuk transparansi proses, artinya siapapun bisa melihat hasil seluruh TPS. Guna menghindari adanya upaya, potensi atau niat manipulasi saat proses rekap berjenjang,” urainya.

Sedangkan untuk hasil secara resmi pada penyelenggaraan Pilgub Kaltim 2018, Rudi menyampaikan, hanya melalui rekapitulasi berjenjang sesuai tahapan.

Dimulai dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU kabupaten/kota hingga KPU provinsi yang akan menjadi hasil resmi.

“Jadi, saya kembali menegaskan, bahwa KPU Kaltim tidak melaksanakan dan tidak boleh melakukan quick count,” pungkasnya. (sad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *