MULAWARMAN NEWS

Membanggakan!! Dua Peneliti Paser ikuti Konferensi Peneliti Asia di Jepang

Muhammad Taufik (kiri) dan Anugrahita Melinia Trihaksami, Peniliti Paser yang berkesempatan mewakili Indonesia di ANNUM di Jepang

M-NEWS.ID, TANA PASER – Dua orang peneliti asal Kabupaten Paser Muhammad Taufik (36) dan Anugrahita Melinia Trihaksami (25) berkesempatan mencari pengalaman dan menggali ilmu di bidang penelitian yang mereka geluti beberapa tahun terakhir dalam Konferensi Asian Network for Natural and Unnatural Material (ANNUM) VI di Gifu, Jepang yang di gelar pada tanggal 27 dan 28 Juli 2018.

ANNUM sendiri adalah konferensi bergengsi internasional bagi peneliti bahan alami dan bukan alami untuk wilayah Asia. Tahun ini Negeri Sakura mendapat kesempatan menjadi tuan rumah setelah sebelumnya Indonesia, Singapura, dan India. Muhammad Taufik dan Anugrahita Melinia Trihaksami merupakan bagian dari 100 orang di Asia yang diundang langsung oleh Professor Mamoru Koketsu dari Fakultas Teknik, Universitas Gifu, Jepang.

“Alhamdulillah abstrak penelitian kami mendapat respon positif dan diterima, sehingga diundangan untuk dapat hadir sebagai peserta konfrensi internasional tersebut bersama perwakilan kampus besar lainnya di Indonesia seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM),” kata pria yang akrab disapa Taufik.

Taufik yang juga bekerja sebagai ASN di Staf Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Paser itu bersama timnya akan mempresentasikan materi tentang penanganan sampah organik.

“Tujuan utama dari karya tulis dan penelitiannya ialah untuk mengetahui volume sampah organik dan untuk mengetahui cara mengatasi peningkatan sampah organik di Paser. Harapannya ilmu yang dia dapat di Jepang nanti, bisa diaplikasikan langsung ke masyarakat,” ujar putra dari pasangan Taliya dan Tinah ini.

Sementara Anugrahita yang merupakan Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Muhammadiyah Paser itu mengatakan banyak yang menilai bahwa penelitian hanya merupakan urusan pemerintah pusat dan lembaga perguruan tinggi saja, sehingga kegiatan-kegiatan kajian dan penelitian yang dilakukan di pemerintah daerah hanya menjadi formalitas yang tidak begitu penting.

“Bidang penelitian hingga saat ini masih belum menjadi perhatian utama dilingkungan pemerintah daerah, padahal penelitian seharusnya menjadi parameter utama dalam pengambilan sebuah kebijakan dan tujuan ke sana ialah menggali informasi yang ada pada konfrensi internasional untuk dapat diaplikasikan di Paser sekaligus memperkenalkan Paser dan Kaltim pada jaringan peneliti Asia, dan tentunya meningkatkan kemampuan dalam mempublikasikan hasil penelitian,” ujar putri dari pasangan Dr Daroni dan Nurmiati itu.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Aji Sayid Fathur Rahman mengatakan apresiasinya terhadap kedua warga Paser yakni Taufik dan Anugrahita, baik secara personal maupun kelembagaan. Melihat kemampuan kedua peneliti tersebut bisa sampai di undang ke Jepang, Fathur berharap peneliti lainnya bisa meniru dan memberikan hasil karya ilmiahnya untuk daerah.

“Terutama di kalangan ASN lainnya semoga bisa memiliki semangat seperti Taufik, memang tidak banyak ASN kita mempunyai minat di bidang penelitan meskipun banyak yang memilki kemampuan secara akademis. Padahal kita punya lembaga dan bidang khusus penelitian dan pengembangan,”kata Fathur Rahman.

Menurutnya, seharusnya setiap kebijakan di daerah, produknya berdasarkan litbang, dan seharusnya dalam menyelesaikan suatu masalah dengan penelitian, Pemerintah daerah sebenarnya tidak perlu lagi memanggil ataupun membayar sumber daya dari luar.

Untuk diketahui, Taufik dan Anugrahita serta dua tim yang berasal dari Bontang dan Samarinda tergabung dalam tim peneliti yang mewakili Kaltim ke Jepang. Mereka berempat dipertemukan saat menempuh Magister Ilmu Lingkungan di Universitas Mulawarman Samarinda, seusai lulus pada 2016, mereka bersama-sama meneliti berbagai objek terkait lingkungan meskipun bekerja di instansi berbeda. (*/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *