Menikmati Keindahan Pesona Stalaktit dan Stalagmit Gua Losan

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Sejak pandemi Covid-19 mulai mereda, pengembangan pariwisata yang menjadi salah satu program pembangunan Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf mulai dipacu dalam mewujudkan Kabupaten Paser MAS (Maju Adil dan Sejahtera).

Salah satunya adalah Gua Losan yang letaknya jauh tinggi di deretan karst di Desa Batu butok, Kecamatan muara komam, Kabupaten Paser. Tepat dipinggir jalan penghubung dua provinsi yakni Kalimantan Timur – Kalimantan Selatan.

Gua Losan sendiri adalah salah satu gua unik yang ada di Kalimantan Timur. Masuk ke dalam Gua Losan seakan menemukan harta karun berupa bebatuan indah, sekaligus menakjubkan.

Kata ‘Losan’ sendiri diambil dari bahasa Paser yang artinya tembus. Gua Losan memang menjadi penghubung antara tempat satu ke tempat lainnya. Tapi ingat, jangan mencoba menelusuri gua ini sendiri tanpa punya pengalaman. Butuh waktu 10 hari untuk menyusuri gua ini sampai ke mulut goa di ujungnya.

Dari ketinggian yang cukup curam diatas, pengunjung bisa duduk-duduk sembari beristirahat di depan gua sambil memandang ke bawah. Pemandangan yang terhampar cukup indah, ada danau kecil dan hutan.

Saat datang ke Goa Losan, kamu akan disambut dengan mulut gua yang berbentuk unik. Suasana di dalam gua sangat gelap. Dari depan terlihat serpihan-serpihan yg kemungkinan sisa-sisa tengkorak yg dulu banyak terdapat dalam gua.

Baca Juga :

Menjelajah gua ini layaknya menemukan harta karun tersembunyi. Di balik suasana yang gelap itu, Gua Losan menyuguhkan hiasan-hiasan batu alam unik dan aneh. Gua losan memiliki banyak serambi luas, jadi saat menelusurinya kamu tak perlu merangkak.

Bagi yang senang dengan caving, tentunya akan tak akan melewarkan untuk menelusuri gua ini. Tapi ingat, segala sesuatu harus dipersiapkan terlebih dulu. Jika ingin mengelusuri gua hingga berhari-hari, cobalah bawa perbekalan yang cukup.

Gua ini memiliki dua jalur berbeda. Ketika memilih berjalan ke arah kiri maka kamu bisa menemukan sebuah mata air yang menyejukan. Jarak dari mulut gua ke lokasi ini sekitar satu jam.

Di jalur berbeda yakni sebelah kanan, kamu akan menemukan keajaiban yang tidak ada di gua manapun di Indonesia. Keajaiban itu adalah batu bernada. Jika dipukul batu-batu tersebut akan mengeluarkan irama layaknya alat musik.

Sarang burung walet juga menambah keasrian dan kealamian dari gua tersebut. Bebatuan yang terbentuk secara alami dan murni menjadi identitas Goa Losan daerah yang juga disebut Bumi Daya Taka ini. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.