MULAWARMAN NEWS

MENJADIKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI “TAMENG” DARI ANCAMAN KERUSAKAN MORAL PADA REMAJA DIMASA PANDEMI COVID-19

Oleh : Mardani, M.Pd.I (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Rusyd Tanah Grogot)

Pendidikan merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat manusia, perkembangan peradaban akan bergantung bagaimana perkembangan Pendidikan dalam sebuah bangsa, Pendidikan menjadi pondasi untuk perkembangan bangsa itu sendiri. Bahkan dalam Islam Pendidikan di mulai sejak dalam kandungan sampai ke liang lahat. Oleh karena itu Pendidikan harus tetap berlangsung, kapanpun dan dimanapun. Saat ini kondisi Pendidikan jauh dari kata ideal, sejak kemunculannya kurang lebih satu tahun yang lalu, covid-19 menjadi masalah utama bagi seluruh dunia tidak terkecuali dalam dunia Pendidikan, pembelajaran yang tidak maksimal, sulitnya sekolah dan guru untuk mengontrol perkembangan peserta didik secara akademik. Dengan kondisi demikian Lembaga Pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai kepada perguruan tinggi, yang di bantu oleh kebijakan-kebijakan pemerintah mencoba untuk mengkondisikan teknis pembelajaran yang menjesuaikan dengan kondisi saat ini.

Penerapan protokol Kesehatan menjadi mutlak dalam setiap kegiatan baik disekolah, maupun di rumah, oleh karna itu kurikulum disesuikan dengan keputusan 3 menteri agar proses Pendidikan di Indonesia tetap berjalan baik, dengan menerapkan PJJ (pembelajaran Jarak Jauh) serta daring (dalam jaringan) dinilai efektif menjadi salah satu cara agar Pendidikan dan proses pentrasferan ilmu tetap berjalan, meskipun menemukan berbagai kendala dari berbagai aspek. Alih-alih memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, justru generasi kita terancam dengan kondisi Pendidikan yang saat ini berjalan, bagaimana tidak, kondisi Pendidikan saat ini menemui banyak problematika dan kendala, karakter Pendidikan yang selama ini ditanamkan mulai tergerus dengan kerusakan moral yang terjadi di kalangan pelajar, hal ini disebabkan control Lembaga Pendidikan dan guru tidak dapat dilakukan dengan maksimal dikarnakan pandemi.

Kerusakan moral dan akhlak menjadi ancaman yang nyata yang saat ini ada didepan mata, seperti candu game online, pergaulan bebas, dll. Oleh karena itu peranan orang tua sangat diperlukan dalam rangka mempertahankan agar nilai-nilai Pendidikan karakter tetap terjaga, jika kita berbicara moral, akhlak, budi pekerti, karakter yang baik, hal ini tidak lepas dari peranan Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam merupakan dasar dalam pembentukkan karakter peserta didik dikalangan remaja kita, dalam Pendidikan Agama Islam diajarkan dua hal penting yang pertama akidah yakni bagamana membentuk siswa agar menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa sehingga melahirkan point yang kedua yaitu Akhlak.

Nilai yang pertama Akidah, akidah merupakan pembentukkan pribadi seseorang menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt dan rosulnya, dengan menanamkan nilai-nilai keyakinan bahwa setiap manusia senantia mendapatkan balasan atas apa yang dilakukan oleh Allah swt, maka ini akan menunjukkan dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang senantiasa merasa dalam pengawasan Allah swt, sehingga melahirkan perilaku sebagaimana orang yang beriman dan bertakwa.

Nilai yang kedua adalah Akhlak, Ketika nilai yang pertama yaitu akidah telah membentuk pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt, meka output dari keimanan dan ketakwaan adalah terciptanya perilaku dan akhlak terpuji, sopan santun, memiliki tata krama yang luhur, menghargai orang lain bahkan berkata jujur, sopan dan berkarakter, inilah yang menjadi tolak ukur yang utama Ketika kita melihat kualitas moral dan akhlak pelajar dan ramaja saat ini, oleh karena itu nilai-nilai Akidah dan Akhlak yang terdapat dalam Pendidikan Agama Islam dapat menjadi solusi atau menanggulangi kerusakan karakter remaja atau pelajar kita saat ini, peranan orang tua dan guru sama pentingnya, dengan demikian Pendidikan Agama Islam dapat berperan sebagai kontrol peserta didik atau ramaja yang saat ini jauh dari kegiatan Pendidikan yang ideal.

Dengan menghadirkan Pendidikan Agama Islam dirumah, disetiap lengkungan para pelajar dan remaja, maka ini akan membiasakan mereka dengan nilai-nilai Pendidikan keagamaan yang dapat membentengi mereka dari kerusakan moral, dan peranan orang tua juga menjadi penting, selain peranan Lembaga Pendidikan, orang tua juga harus memperhatikan dan memantau perkembangan karakter mereka, bisa jadi orang tua yang justru lebih tau kondisi mereka saat ini, oleh karenanya Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu solusi terbaik dalam rangka menanggulangi karusakan moral dan karakter peserta didik atau generasi kita, disisi lain kita berusaha memutus mata rantai penyebaran covid-19, namun disisi lain kita harus menyadari bahwa kerusakan moral menjadi acaman generasikita saat ini dan untuk masa depan mereka. Mari tanamkan dan terapkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam keluarga kita, dan dilingkungan kita, agar terciptanya generasi yang unggul, professional dan Islami pasca pandemic covid-19.

SETIAP ARTIKEL MNEWSIANA MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *