Sen. Feb 17th, 2020

MULAWARMAN NEWS

Akurat , Inspiratif & Kredibel

Napi Rutan Tanah Grogot Kabur Saat Jalani Asimilasi

2 min read

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Seorang narapidana (Napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Tanah Grogot bernama Sukardi nekat melarikan diri, Senin (3/2/2020) siang.

Pelarian Sukardi terpidana kasus pencurian dengan masa tahanan 1 tahun 6 bulan, kabur pada pukul 12.15 wita, saat tengah menjalani masa asimilasi atau proses pembinaan narapidana dengan membaurkan narapidana dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Rutan Kelas II B Tanah Grogot Dawa’i. Dia mengatakan pihak lapas hingga kini masih melakukan pencarian napi yang tercatat sebagai warga Long Ikis Kabupaten Paser tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi salah satu napi kabur, kami langsung melakukan pencarian hingga saat ini,” kata Dawa’i saat dikonfirmasi MNEWSKALTIM.COM, Selasa (4/2/2020).

Dawa’i membeberkan, Sukardi bersama sembilan orang lainnya menjalani masa asimilasi di perkebunan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.

“Sejak tanggal 21 Desember kemarin, napi tersebut telah menjalani asimilasi dan akan menerima pembinaan lanjutan atau CB (cuti bebas),” ujarnya.

Saat ini pun, pihak Rutan telah berkoordinasi dengan kepolisian dalam proses pencarian napi yang kabur tersebut. Dawa’i menyebut pihaknya mendapatkan informasi napi menuju arah keluar Kabupaten Paser.

“Kami sudah meminta bantuan kepolisian baik yang mengarah ke Penajam atau juga Batulicin Kalsel untuk membantu mencari,” ungkapnya.

Waktu pencarian pun dikatakan Dawa’i tidak ada batas waktunya. Dan bila nanti napi tertangkap, maka diharuskan menghabiskan sisa masa tahanannya.

Dengan kejadian tersebut, sebagai antisipasi, Dawa’i mengaku akan memperketat proses pemberian asimilasi kepada warga binaan.

“Kita akan lebih berhati-hati memilih warga binaan yang di asimilasi dan yang terpenting kami tidak akan jera membina mereka sehingga ketika mereka keluar bisa kerja dengan baik,” ucap Dawa’i.

Berdasarkan keterangan petugas dan napi di lapangan, sekitar jam 11.00 wita, Sukardi ditugaskan untuk mengambil pupuk kandang yang lokasinya berada sekitar 60 meter agak keatas dari lokasi menanam dan petugas yang berjaga. Tetapi setelah 20 menit berlalu, Sukardi pun tidak kembali.

Dari informasi yang diterima, kemudian petugas mencoba melakukan pencarian disekitar perkebunan tetapi hasilnya nihil. (rhn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.