MULAWARMAN NEWS

Paser Kejar Target Vaksinasi 70 Persen Jelang Tutup Tahun

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menggelar rapat pencegahan dan penanggulangan Covid 19 pada Natal dan Tahun Baru serta percepatan vaksinasi di ruang Command Center Bupati Paser Km. 5, Senin (13/12/2021).

Bupati Paser dalam rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Romif Erwinadi itu mengatakan pemerintah sedang mengejar cakupan vaksinasi yang kini belum memenuhi target yang ingin dicapai.

“Target yang ingin dicapai yaitu 70 persen sementara capaian kita sekarang yaitu baru 61.7 persen, ini yang harus segera ditingkatkan,”

Bupati Paser dr Fahmi Fadli

Berbagai upaya akan dilakukan untuk mengejar target 70 persen, lanjutnya, salah satunya dengan percepatan vaksinasi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“PNS atau PTT yang tidak mau vaksin lebih baik tidak usah masuk kantor karena membahayakan. Terlebih tidak memiliki permasalahan medis,” ungkapnya.

Dengan kurangnya capaian vaksinasi di Kabupaten Paser, Bupati menekankan kepada seluruh camat agar fokus mengejar target sasaran vaksinasi minimal hingga akhir Desember ini.

“Kita ada 10 Kecamatan, disetiap Kecamatan ditarget sebanyak 1.600 dan itu harus diselesaikan dalam waktu 17 hari,” jelas Fahmi.

Agar capaian vaksinasi bisa terealisasi maksimal di masyarakat, Fahmi minta kepada jajarannya di kecamatan dan desa  agar dalam kegiatan pelayan publik harus mensyaratkan telah menerima vaksin.

“Apabila ada masyarakat yang belum vaksin dan menginginkan pelayanan publik, diarahkan segera vaksin terlebih dahulu,” tuturnya.

Baca Juga :

Begitupula bagi masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), diharapkannya ada syarat telah vaksinasi Covid-19.

“Camat bisa bekerjasama dengan KUA, nantinya setiap calon pengantin termasuk keluarganya sudah harus mendapatkan vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Soal dugaan adanya 11 ribu data yang tak masuk dalam Primary Care vaksinansi Paser, Fahmi telah meminta Dinas kesehatan untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 provinsi dan juga pusat untuk menyinkronkan data tersebut.

“Jadi itu upayakan mengirim data secara online, tetapi datanya juga disiapkan secara manual untuk dikoordinasikan baik di provinsi maupun di pusat,” kata Fahmi. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *