MULAWARMAN NEWS

PB SEMMI Ingatkan PHS Berdayakan Pemuda Lokal

M-NEWS.ID, KUKAR – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PB SEMMI) Syarikat Islam mengingatkan kontraktor yang terlibat di dalam pengelolaan Blok Sanga – Sanga khususnya Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHS) yang tinggal menghitung hari untuk memperhatikan keterlibatan masyarakat lokal di wilayah kerja mereka.

Ketua Bidang ESDM PB SEMMI Syarikat Islam Erlyando Saputra mengungkapkan berdasarkan hasil audiensi di lapangan, banyak protes yang berkembang di masyarakat, terkait rekrutmen tenaga kerja di Blok Sanga – Sanga.

“Kami sudah turun kelapangan, hasilnya masyarakat banyak tidak di libatkan. Apalagi rekrutmen pegawai disana di nilai sangat tertutup. Banyak diambil dari luar Kalimantan Timur,” kata Erlyando

Dia menambahkan, Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai daerah operasi ekplorasi memiliki tingkat angka pengangguran tinggi.

“Tingkat kesejahteraan lemah, jalan jalan rusak, yang berarti kehadiran perusahaan tidak punya korelasi positif dalam mengatasi masalah tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, pihaknya tidak mungkin menutup mata terkait fakta fakta di lapangan, apalagi kebanyakan dari mereka adalah angkatan muda produktif, yang sering di presentasikan di berbagai forum ilmiah sebagai bonus demografi Indonesia.

“Sayapun mengajak berbagai stakeholder, khususnya kampus kampus yang masih idealis di Kalimantan Timur untuk mengawal proses transisi Blok Sanga Sanga ke Pertamina,” ujarnya.

Lanjut Dia, pihaknya berharap yang mengelola BUMD ada unsur Universitas yang masih memiliki integritas guna mengelola hak partisipasi 10 persen untuk daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita ingin Universitas-universitas ini berkontribusi mengelola BUMD secara profesional, karena hampir semua BUMD di Kalimantan Timur ini merugi. Jangan sampai yang mengelola Blok Sanga Sanga pun ikut rugi,” katanya.

Sementara itu salah satu masyarakat Muara Badak Abdillah menegaskan bahwa masyarakat dan pemuda disana memiliki beberapa tuntutan di Blok Sanga-Sanga, seperti terkait soal rekrutmen tenaga kerja untuk melibatkan pemuda dan masyarakat setempat.

“Sulit sekali untuk pemuda dan masyarakat bekerja disana apalagi ada informasi karyawan dari eks Vico sebagai kontraktor lama otomatis akan menjadi karyawan tetap dan kontrak Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHS). Kita seperti di pinggirkan dan kurang mendapat ruang pelibatan,” ujar Abdillah

Tuntutan lain, lanjut Abdillah, terkait mekanisme kerja atau waktu kerja agar orang orang yang bekerja di Blok Sanga – Sanga harus bermukim di sana, agar punya dampak ekonomi pada daerah.

“Jadi kantor dan perumahan karyawan harus di bangunkan. Tidak seperti selama ini, karyawan yang bekerja tinggal di Samarinda dan Balikapapan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tuntutan pihaknya kepada PHS adalah harus memaksimalkan berbagai program pemberdayakan masyarakat, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup masyarakat dan pemuda, banyak sisi yang selama ini belum tersentuh.

“Semua tuntutan tersebut sudah kami sampaikan berkali kali, termasuk ketika aksi selasa kemarin,” tambahnya.

Untuk diketahui, Blok Sanga – Sanga akan resmi di kelola Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHS) per Agustus 2018. Blok Sanga Sanga masuk di wilayah muara badak Kabupaten Kutai Kartanegara. (esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *