MULAWARMAN NEWS

Pemkab Paser Imbau Masyarakat Sholat Idul Fitri Dirumah

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Pemkab Paser mengimbau masyarakat agar mengutamakan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah dirumah masing-masing, mengingat Indonesia masih dalam status bencana nasional nonalam yang diakibatkan oleh penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Meski demikian, Pemkab Paser juga mengizinkan pelaksanaan sholat Idul Fitri tahun ini di mesjid atau musholla dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu diputuskan saat rapat bersama yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Katsul Wijaya, yang dihadiri Wakil Bupati Paser Kaharuddin, Ketua DPRD Hendra Wahyudi, Dandim 0904 Tanah Grogot Letkol Czi Widya Wijanarko, Wakapolres Kompol Bimo Ariyanto, Kasi Intel Kejari Juli Hartono.

Hadir pula Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Paser Azhar Bahruddin, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paser dr. Kamal Anshari serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Paser.

Sekretaris Daerah Paser Katsul Wijaya saat memimpin rapat mengatakan pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 H dirumah.

Pihaknya juga tidak melarang tempat ibadah seperti mesjid dan musholla melaksanakan sholat Idul Fitri dengan mematuhi ketentuan yang ditetapkan bersama oleh pemerintah bersama MUI.

“Sesuai keputusan bersama, pada prinsipnya tetap dianjurkan sholat dirumah, bila ada yang ingin melaksanakan harus mengikuti ketentuan yang di tetapkan,”

Sekretaris Daerah Paser Katsul Wijaya

Kebijakan pemerintah Kabupaten Paser dengan mengizinkan sholat di mesjid dan mushola ini hanya diperkenankan untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

“Sedangkan untuk pelaksanaan ibadah shalat Tarawih dan Jum’at tetap dilaksanakan di rumah sesuai edaran bersama yang telah dikeluarkan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara, Ketua MUI Paser Azhar Bahruddin mengatakan masyarakat yang ingin mengikuti sholat Idul Fitri hanya diperkenankan di mesjid atau musholla lingkungan sekitar kediamannya masing-masing.

“Pada lebaran tahun ini sholat Ied juga bisa di mushola atau langgar dimasing-masing RT atau RW untuk mencegah penumpukan jamaah,” kata Azhar.

Baca Juga :

Namun untuk memudahkan pengontrolan bagi pengurus tempat ibadah yang ingin melaksanakan sholat Ied, lanjut Azhar, sebelumnya harus menyatakan kesiapan menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Yang bertanggung jawab adalah pengurus mesjid mushola setempat. Nanti mesjid atau mushola akan di data dulu, kemudian pengurus kita minta semacam pernyataan untuk menjalankan prosedur di masa wabah Covid-19 ini,” ucapnya.

Ada beberapa komitmen juga yang harus dipatuhi bagi pengurus masjid atau musholla agar selalu memerhatikan protokol kesehatan Covid-19. Termasuk diharapkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Pengurus harus menyediakan sarana cuci tangan, menyiapkan masker bagi jamaah yang tidak bawa masker, dan bagi jamaah agar tetap menjaga jarak atau physical distancing dengan mengatur jarak minimal antar jamaah,” pungkasnya. (adv/dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *