MULAWARMAN NEWS

Pemkab Terapkan Aturan ASN Berkerja dari Rumah

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menerapkan aturan tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran nomor 061.1/840/Org yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Paser Katsul Wijaya tertanggal 19 Maret 2020.

Penerapan aturan juga didasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tertanggal 16 Maret 2020 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tertanggal 17 Maret 2020.

Sekretaris Daerah Katsul Wijaya mengatakan kebijakan itu diambil mengingat meningkatnya penyebaran Covid-19 atau virus Corona di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

“Memperhatikan telah ditetapkan nya Covid-19 sebagai pandemi global dan berdasarkan penetapan virus Corona sebagai bencana nasional non alam oleh Presiden Joko Widodo,” kata Katsul Wijaya.

Katsul Wijaya menjelaskan, penyesuaian jam kerja ASN mulai berlaku tanggal 23 Maret hingga 6 April 2020. Bagi pejabat eselon di lingkungan Pemkab Paser diminta untuk tetap masuk seperti biasa.

“Sedangkan untuk pejabat pelaksana dan PTT dapat melakukan pekerjaan di rumah masing-masing atau work from home, termasuk yang berusia diatas 50 tahun dan sedang hamil dan menyusui,” jelasnya.

Walaupun selama dua minggu tidak masuk kantor, lanjut nya, para ASN dan PTT diminta tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.

“Diperbolehkan keluar membeli kebutuhan pangan atau keperluan kesehatan. ASN pada saat work from home juga harus on call bisa sewaktu-waktu di butuhkan,” ucapnya.

Pemberlakuan work from home, kata Katsul, tidak berlaku bagi ASN dan PTT di sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan ke masyarakat dan kesiapsiagaan kebencanaan.

Adapun kesembilan OPD tersebut meliputi Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, RSUD Panglima Sebaya dan Puskesmas.

Katsul juga mengingatkan jajarannya agar saat ini menunda perjalanan dinas keluar daerah terlebih ke daerah yang telah terjangkit. Apabila telah melakukan perjalanan dinas ke daerah tersebut, Dia meminta untuk segera ke memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.

“Harus selektif dan melihat urgensi nya. Bagi yang telah melaksanakan perjalanan dinas ke daerah terjangkit atau pernah berinteraksi dengan penderita terkonfirmasi virus Corona agar segera periksa ke puskesmas,” tuturnya. (adv/dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *