MULAWARMAN NEWS

Perkuat Kemitraan Konservasi, Buka Peluang Masyarakat Pulihkan Ekosistem Tahura

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis di Kecamatan Batu Engau Kabupaten Paser melakukan inovasi dengan memperkuat kemitraan konservasi Kelompok Tani Hutan (KTH).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini telah membuka skema kemitraan konservasi agar dapat mendapatkan manfaat dari kawasan konservasi.

Skema tersebut merupakan skema pemberian akses kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi agar dapat mendapatkan azas manfaat.

Kabid Pengelolaan Tahura pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser Teguh Haryanto mengatakan program kemitraan tersebut guna memulihkan ekosistem di kawasan konservasi Tahura Lati Petangis.

“Kami akan menjalin kemitraan konservasi dengan KTH Mutiara Kotep,” kata Teguh Haryanto di Tanah Grogot, Kamis (14/11/2019).

Teguh menjelaskan, areal kemitraan di kawasan Tahura seluas 50 hektare dimaksud yakni blok rehabilitasi atau areal yang telah mengalami kerusakan.

“Bukan areal jelajah satwa atau habitat yang dilindungi,” ucapnya.

Program ini, kata Teguh, dilakukan dalam rangka penguatan fungsi kawasan Tahura dan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya untuk mengembalikan fungsi ekosistem secara bertahap.

“Melalui kemitraan ini kami berupaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan,” ujarnya.

DLH Paser bersama kelompok tani masih melakukan persiapan lahan di lokasi konservasi yang akan ditanam durian, jengkol, pete, bengkirai, meranti, dan tanaman kehutanan lain. Dari total luas lahan Tahura 3.445 hektare lebih, sekitar 50 hektare digunakan dalam program kemitraan konservasi ini. (*/sas/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *