MULAWARMAN NEWS

Puskesmas Long Kali Ditutup, 30 Tenaga Kesehatan Jalani Isolasi Mandiri

Puskesmas Long Kali

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Paser melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser kembali menutup sementara lagi satu Puskesmas di Paser yakni Puskesmas Long Kali.

Penutupan pelayanan kesehatan di perbatasan Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara itu dilakukan lantaran puluhan tenaga kesehatan yang bertugas menunjukkan hasil reaktif usai menjalani rapid test.

“Untuk hasil rapid test terhadap 52 tenaga kesehatan di Puskesmas Long Kali, sebanyak 30 orang reaktif dan 22 orang negatif,” kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Paser Amir Faisol, Sabtu (2/5/2020).

Amir Faisol yang juga Kepala Dinkes Paser mengatakan sejumlah petugas yang menunjukkan hasil reaktif saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dirumah.

“Karena kondisi mereka stabil tidak ada keluhan, untuk saat ini mereka melakukan isolasi mandiri. Gugus tugas juga tengah mempersiapkan penempatan karantina khusus,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Amir menjelaskan, uji Rapid test atau tes cepat yang dilakukan bagi tenaga kesehatan bukan penentu utama seseorang itu positif atau negatif terkena virus Corona atau Covid-19.

“Rapid test ini hanya proses screening awal yang menunjukkan adanya antibodi atau zat kekebalan tubuh dalam diri seseorang yang bereaksi ketika ada bibit penyakit,” jelasnya.

Baca Juga :

Lebih lanjut, Amir mengatakan, untuk memastikan valid tidaknya seseorang terinfeksi Covid 19 ditentukan dari uji swab menggunakan Polymerase Chain Reaction atau PCR.

“Bila hasil rapid testnya reaktif, akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab, termasuk yang akan kita lakukan kepada tenaga kesehatan yang kemarin reaktif untuk diuji laboratorium di BBLK Surabaya,” katanya.

Untuk diketahui, sehari sebelumnya pada Kamis (30/4/2020), Dinkes Paser juga menutup Puskesmas Long Ikis menyusul 67 petugas medisnya menunjukkan hasil reaktif usai menjalani rapid test usai melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Ini juga sekaligus mengklarifikasi pernyataan Kadinkes Paser sebelumnya yang menyatakan bahwa ada 34 petugas kesehatan Puskesmas Long Ikis reaktif rapid test.

“Saya sekaligus meralat data yang disampaikan sebelumnya, karena saat konferensi pers berlangsung, pelaksanaan proses rapid test di Puskesmas Long Ikis juga masih berjalan. Jadi data terakhir ada 67 yang reaktif dan 18 yang negatif,” ujar Amir.

Amir pun berharap kedua Puskesmas yang berdekatan tersebut dapat segera dibuka walaupun dengan pelayanan terbatas dikarenakan ketersediaan jumlah tenaga kesehatan. (adv/dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *