MULAWARMAN NEWS

Rantau Layung Dinilai Layak jadi Wilayah Masyarakat Hukum Adat

Ketua LAP Arbain M. Noor

M-NEWS.ID, TANA PASER – Lembaga Adat Paser (LAP) menilai Desa Rantau Layung di Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser layak menjadi wilayah Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang diakui keberadaannya secara legal oleh pemerintah.

“Kami akan mengusulkan Desa Rantau Layung yang ada di Kecamatan Batu Sopang jadi MHA yang diakui pemerintah,” kata Ketua LAP Arbain M. Noor di Tanah Grogot, Rabu (30/10/2019).

Saat ini yang sedang dalam proses untuk dipertimbangkan menjadi kawasan MHA oleh Pemerintah Daerah adalah Desa Muara Andeh di Kecamatan Muara Samu.

.“Saat ini tim dari PMD sedang menggarap MHA Muara Andeh di Kecamatan Muara Samu,” ucapnya.

Dia berharap sejumlah kampung di kecamatan lain seperti Long Ikis dan Long Kali dapat ditetapkan menjadi kawasan MHA.

“Harapan kami di 10 kecamatan beberapa kampung bisa ditetapkam menjadi MHA. Kalau bisa semuanya,” tuturnya.

Diketahui masyarakat hukum adat merupakan masyarakat yang masih memelihara kelestarian adat dan hak tradisionalnya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Dengan ditetapkan sebuah kampung menjadi MHA, maka masyarakat setempat memiliki kepastian hukum untuk mendapatkan haknya dalam mengelola hutan, pertanian, serta pengelolaan lingkungan hidup untuk kepentingan sosial, religi, ekonomi dan budaya.

Meski demikian hukum adat tetap yang berlaku tentu tetap memiliki batasan yang disesuaikan dengan peraturan dan perundang-undangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejauh ini, hanya kampung Mului di Kecamatan Muara Komam yang telah ditetapkan menjadi Kawasan masyarakat hukum adat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Paser Nomor 413.3/KEP-268/2018 tentang pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kampung Mului. (*/sas/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *