MULAWARMAN NEWS

Reses, Veridiana Wang Disambut Jalan Berlumpur

M-NEWS.ID, KUBAR – Laju kendaraan Veridiana Wang terhenti di sepertiga perjalanan menuju Kampung Tanjung Jaan, Kecamatan Jempang, Kutai Barat, Minggu (3/10/2019), dalam agenda reses masa sidang I 2019 DPRD Kaltim.

Betapa tidak, jalan yang dilaluinya amblas dimedan jalan berlumpur.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kaltim ini pun melanjutkan perjalanan ke lokasi setelah dijemput perwakilan warga menggunakan sepeda motor.

“Miris ya, ternyata disini masih ada jalan yang buruk begini, pemerintah kemana ya?” kata Veridiana Wang bernada geram.

Sesampainya dilokasi reses, Veri, sapaan akrabnya, disambut ratusan warga Tanjung Jaan dikediaman salah seorang warga.Warga banyak mengeluhkan daerah mereka yang belum tersentuh pembangunan, terlebih semenisasi jalan.

“Ibu rasakan sendirikan gimana tadi jalan menuju kesini? itu yang kami rasakan selama ini bu,” tutur Blawing, salah sorang warga yang hadir.

“Banyak juga anak-anak kami yang terancam putus kuliah bu, beasiswa bidikmisi yang mereka dapatkan tidak ada kelanjutannya lagi tahun ini,” lanjut Nasir, warga yang lainnya.

Disektor pendapatan, warga yang berprofesi sebagai nelayan juga mengeluhkan hasil tangkapan mereka yang jauh menurun akibat mengeringnya Danau Jempang karena musim kemarau berkepanjangan.

“Susah cari ikan sekarang bu, kemarau, dananu kering, sepeda motor aja bisa lewat,” ungkap Sabir, perwakilan kelompok nelayan di kampung Tanjung Jaan.

Mendapati persoalan ini, Veridiana mengaku akan menyampaikan aspirasi warga dalam sidang paripurna.

“Saya kaget mengetahui masih ada jalan-jalan yang buruk disini. Pemerintah harus segera bangun jalan, kasihan warga jadi terisolir begini,” jawab Veridiana sembari melihatkan raut wajah sedih bercampur kesalnya.

Veridiana juga menyoroti soal beasiswa bidikmisi yang tidak ada kelanjutannya.

“Nanti saya pertanyakan apa alasan pemerintah memutus itu (beasiswa). Kasihan kalau sampai anak-anak kita putuh kuliah ditengah jalan,” tambah Ketua Komisi II DPRD Kaltim ini.

Perihal tangkapan nelayan yang menurun drastis juga mendapat perhatian. Veri mengaku akan menyampaikan keluhan warga ke Pemkab Kitai Barat, agar dicarikan solusi jangak panjang, mengingat kemarau panjang terjadi hampir setiap tahun.

“Kemarau ini hampir setiap tahun. Pemkab harus segera mencarikan solusi jangka panjangnya. Sebagian besar masyarakat kita menggantungkan nasibnya pada hasil tangkapan ikan, kalau begini warga tidak ada pemasukan,” pungkas perempuan asal dapil Kutai Barat – Mahakam Ulu ini. (dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *