MULAWARMAN NEWS

RSUD Panglima Sebaya Peroleh Rapor Merah Terkait Pengelolaan Lingkungan

Penyerahan penghargaan Proper oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Gedung Olah Bebaya Pemprov Kaltim, Selasa (13/6/2017)

RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser mendapat bendera “Merah” dalam Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) tentang pengelolaan lingkungan hidup tahun 2017. Acara penyerahan penghargaan Proper oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2017 dengan mengangkat tema “Menyatu dengan Alam” (Connecting People to Nature) di Gedung Olah Bebaya Pemprov Kaltim, Selasa (13/6/2017)

Hasil tersebut merupakan penilaian yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Timur dan termuat dalam lampiran Keputusan Gubernur Kalimantan Timur nomor : 660.2/K.240/2017 tentang peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup periode tahun 2016-2017.

Properda merupakan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang diadakan setiap tahun dengan tujuan untuk mendorong penaatan pengelolaan lingkungan dengan menaati semua peraturan lingkungan hidup yang berlaku, mengonservasi dan mengefisiensikan penggunaan sumber daya alam, menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melaksanakan pengembangan komunitas.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan penghargaan tersebut merupakan penilaian yang obyektif dilakukan tim yang sudah dibentuk Pemprov Kaltim.

“Perusahaan yang meraih bendera baik, yaitu biru, hijau dan emas adalah mereka yang sudah mampu melaksanakan program pelestarian lingkungan sekitar perusahaan”, ujar Awang Faroek Ishak.

Awang berharap perusahaan yang menerima bendera hitam ke depan bisa naik jadi merah bahkan bisa mendapatkan warna biru. Begitu juga yang mendapatkan biru bisa mendapatkan hijau atau emas. Termasuk yang sudah emas agar bisa mempertahankan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, Riza Indra Riadi menuturkan, ada beberapa hal yang dinilai dari tiap-tiap perusahaan se-Kaltim, yaitu penilaian terhadap kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat juga tak lepas dari penilaian.

“Kemudian bagaimana pengelolaan limbahnya, terus bagaimana implementasi CSR nya kepada masyarakat, selain itu penilaian meliputi bagaimana reklamasi dan revegetasi yang telah dilakukan, bagaimana pengelolaan limbah P3 (Prosecution Pilot Program/Program Penuntutan Percontohan) yang dilakukan oleh perusahaan itu,” tuturnya.

Lebih lanjut Riza mengatakan, penilaian dilakukan kepada 215 perusahaan se-Kaltim, baik itu perusahaan yang bergerak di bidang industri dan jasa, pertambangan, serta perkebunan.

“Kita evaluasi untuk kinerja mereka, saat ini untuk proper daerah, dan Desember nanti untuk proper pusat,” imbuhnya.

Proper Merah sendiri memiliki arti bila perusahaan sudah melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru sebagian mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan dalam bidang: Penilaian Tata Kelola Air, Penilaian Kerusakan Lahan, Pengendalian Pencemaran Laut, Pengelolaan Limbah B3, Pengendalian Pencemaran Udara, Pengendalian Pencemaran Air, Implementasi AMDAL.

Selain RSUD Panglima Sebaya ada beberapa perusahaan di Paser yang masuk kategori merah yaitu PT. Sahabat Sawit Sejahtera, PT. Karya Silvi, PT. Surya Bangun Sarana. Penyerahan proper juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan sekolah adiwiyata tingkat provinsi Kaltim 2017 oleh Gubernur kepada 73 sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat. (*/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *