MULAWARMAN NEWS

Rudiansyah Ajak Warga Batak di Kaltim Datang ke TPS pada 27 Juni Mendatang

M-NEWS.ID, BALIKPAPAN – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim Divisi Teknis Rudiansyah SE, meminta warga etnis Batak di Benua Etam tidak menyia-nyiakan kesempatan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni 2018. Guna mencoblos pemimpin Provinsi Kaltim kedepan yang di inginkan.

Ajakan ini disampaikannya saat menjadi pemateri Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dalam agenda Pendidikan Wawasan Kebangsaan warga Batak yang tergabung dalam organisasi KMB (Kerukunan Masyarakat Batak) Kaltim.

“Ini kesempatan bagi warga Kaltim untuk menentukan pilihan siapa gubernur periode mendatang. Jadi, jangan disia-siakan,” ajak Rudiansyah di The New Benakutai Hotel Balikpapan, Sabtu (12/5/2018).

Pasalnya, lanjut Rudi-biasa disapa, biaya penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) atau lebih dikenal Pilgub Kaltim 2018 sebesar Rp310 miliar. Dimana, uang itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang notabene merupakan uang rakyat. Digunakan untuk pelaksanaan tahapan demi tahapan Pilgub Kaltim 2018.

Dimulai persiapan-persiapan menjelang pendaftaran peserta Pilgub Kaltim oleh KPU, masa pendaftaran, pemeriksaan kesehatan oleh para dokter dan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye. Seperti, baliho, spanduk, poster dan sticker. APK untuk disebar oleh KPU ke pelosok-pelosok desa.

“Dengan datang ke TPS, dan menentukan pilihannya pada Pilgub 27 Juni 2018 mendatang, maka setiap warga sudah memberikan sumbangsihnya. Dengan tidak menyia-nyiakan uang rakyat yang telah disediakan untuk mensukseskan serta memilih Gubernur dan Wagub Kaltim periode 2018-2023,” ucapnya.

Dikatakan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah ditetapkan sebanyak 2.329.657 pemilih. Dirinci, Kabupaten Kutai Kartanegara DPT Berjumlah 467.760 Pemilih dan 1.562 TPS, Kabupaten Mahakam Ulu DPT Berjumlah 21.170 Pemilih dan 71 TPS, Kota Balikpapan DPT Berjumlah 414.518 Pemilih dan 1.363 TPS.

Kemudian, Kabupaten Kutai Barat DPT Berjumlah 109.927 pemilih dan 362 TPS, Kota Bontang DPT Berjumlah 114.111 Pemilih dan 275 TPS, Kabupaten Paser DPT Berjumlah 173.229 Pemilih dan 574 TPS, Kabupaten Berau DPT Baerjumlah 146.389 Pemilih dan 473 TPS.

Terakhi, Kabupaten Kutai Timur DPT Berjumlah 214.348 dan 685 TPS, Kabupaten Penajam Paser Utara DPT Berjumlah 118.579 Pemilih dan 340 TPS dan Kota Samarinda DPT Berjumlah 549.626 Pemilih dan 1.582 TPS.

Terkait ‘uang sogok’ yang disinyalir kerap ada pada setiap penyelenggaraan pemilu, Rudi menegaskan, bahwa uang tersebut tidak sebanding dengan uang rakyat yang dikucurkan untuk membiayai penyelenggaraan Pilgub agar berjalan dengan Fair, jujur dan adil.

“Nah, kalau ada nanti calon kandidiat atau tim pemenang menawarkan uang seratus atau dua ratus ribu rupiah agar memilih dia, menurut saya itu sebuah penghinaan besar kepada rakyat. Karena sebenarnya bos-nya adalah rakyat, masa bos disogok,” ujarnya.

Untuk diketahui, acara Pendidikan Wawasan Kebangsaan itu sendiri bekerjasama dengan KPU Provinsi Kaltim dengan KMB Kaltim. Peserta adalah para pimpinan organisasi etnis Batak di kabupaten/kota se-Kaltim. Saat ini jumlah etnis Batak di Kaltim ditaksir sekitar 40.000, tersebar di 10 kabupaten/kota.

Dan selain membahas seputaran Pilgub Kaltim 2018, banyak pula pertanyaan peserta yang mengarah kepada Pemilihan Legislative (Pileg). Terutama mengenai aturan-aturan pelaksanaan penghitungan suara di TPS. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *