MULAWARMAN NEWS

Sekolah Tatap Muka di Paser Tunggu Keputusan Bupati

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Paser masih menunggu persetujuan Bupati dan kesiapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser.

“Untuk sekolah-sekolah sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu arahan Bupati dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan kesiapan Dinas terkait,”

Asisten Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser Romif Erwinadi, Kamis (16/09/2021)

Romif menyebut, Pemkab Paser juga masih melakukan percepatan capaian vaksinasi yang diberikan kepada pelajar usia di atas 12 tahun itu.

“Vaksinasi kepada pelajar dan guru akan terus percepat,” kata Romif.

Sementara, Plt Kepala Disdikbud Paser Murhariyanto mengatakan kententuan di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di level 3 menyebutkan PTM dapat dilakukan dengan ketentuan kapasitas 50 persen dari jumlah siswa.

“Seluruh administrasi perizinan dari ketua Satgas dan kesehatan siswa serta murid telah dipersiapkan. Selain itu pelajar dan guru juga wajib divaksin,” kata Murhariyanto.

Murhariyanto mengemukakan dari 10.512 pelajar SMP (di atas usia 12 tahun), baru 1.364 pelajar yang sudah divaksin. Selebihnya, 9.148 pelajar belum divaksin.

“Ada 87,02 persen belum divaksinasi, dan ini secepatnya akan dituntaskan,” ucapnya.

Sedangkan dari 4.736 pendidik dan tenaga pendidik (TU), sambungnya, sebanyak 3.826 telah menerima vaksin dan sekitar 910 yang belum divaksin.

“Untuk guru dan tenaga pendidik sekitar 85,73 persen yang telah di vaksin,” terangnya.

Baca Juga :

Murhariyanto juga memastikan sekolah telah menyiapkan protokol kesehatan ketat seperti penyediaan masker, fasilitas cuci tangan, jaga jarak antar siswa di ruang kelas. Disdikbud juga menyiapkan masker sebagai antisipasi jika ada siswa yang tidak membawa masker ke sekolah.

Murhariyanto berharap ketika pelaksanaan PTM telah dimulai, para orangtua juga dapat memberikan edukasi kepada anaknya terkait pentingnya kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan.

“Orang tua juga memiliki peran memberikan edukasi dan motivasi dengan mengingatkan anaknya agar patuh menjalankan prokes,” kata Murhariyanto. (sas/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *