MULAWARMAN NEWS

Sungai Meluap, Desa Jemparing terendam Banjir

Kodim 0904/Tng bersama tim gabungan saat memantau banjir di Desa Jemparing

M-NEWS.ID, TANA PASER – Intensitas curah hujan yang tinggi serta meluapnya Sungai Jemparing membuat Desa Jemapring Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser terendam banjir.

Akibat banjir tersebut, sekitar 58 rumah warga setempat dan sejumlah fasilitas umum seperti mushola, pasar dan areal pertanian warga terendam air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser, Edward Effendi melalui Pusat Pengendalian Operasi (pusdalops), Hedrik menyampaikan bahwa banjir terjadi dikarenakan curah hujan tinggi.

“Curah hujan yang tinggi benerapa hari ini dan ditambah dengan air kiriman dari hulu sungai yang mengakibatkan sungai dan saluran irigasi didesa tidak mampu menampung air. Sehingga air meluap sampai menggenangi sejumlah rumah warga,” ucap Hendrik.

Terpisah, Camat Longikis, Lukman Dharma menyampaikan bahwa ketinggian air mencapai 70 cm dan mulai berangsur surut.

“Ketinggian air mencapai 70 Cm dan sekitar 58 KK yang rumahnya terendam air. Saat ini air sudah mulai surut dan warga juga sudah mulai membersihkan rumahnya,” kata Lukman, Minggu (9/6/2019).

Menurutnya banjir yang terjadi selain dikarenakan curah hujan juga dikarenakan meluapnya air sungai jemparing.

“Memang kalau curah hujan meningkat dan sungai jemparing ini meluap air bisa sampai di pemukiman warga. Tapi sejauh ini sudah dilakukan upaya tanggap darurat oleh pemerintah Kecamatan serta pihak BPBD, TNI dan Kepolisian,” ujarnya.

Desa yang berjarak 73 Km dari pusat kabupaten tersebut juga memiliki warga yang penghidupannya dari sektor pertanian. Akibat banjir ini seluas 1.607 Ha perkebunan dan lahan.pertanian warga terendam air.

“Luas desa yang tergenang air mencapai 5.874 Ha, dari luas ini sekitar 1.607 Ha lahan perkebunan dan pertanian warga didesa jemparing terendam air. Selain itu aktifitas masyarakat juga jadi terhambat,” paparnya.

Untuk warga yang saat ini rumahnya tergenang air tersebut. Ia mengaku bahwa pemerintah desa sudah melakukan upaya tanggap darurat dengan memberikan bantuan konsumsi kepada korban banjir tersebut.

“Untuk makan bagi korban banjir ditangani oleh pemerintah desa setempat. Kemudian ditambahlagi dengan bantian dari Kiramil dan Polsek serta BPBD. Sedangkan dari pihak kecamatan menyalurkan bantuan air bersih,” imbuhnya. (aia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *