MULAWARMAN NEWS

Susun RKPD 2019, Bappeda Libatkan Praktisi Lintas Sektor

M-News.id – TANA PASER – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Paser, Rabu (21/3), menggelar konsultasi publik yang melibatkan praktisi lintas sektor sebagai masukan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 di Pendopo Lou Bepekat, Rumah Jabatan Bupati Paser.

Praktisi seperti Tony Budi Hartono dari praktisi pertanian, Sanusi Oneh, H Burhan Ai, Kepala Kadin Paser, dan Akademisi Hari Siswanto.

Kepala Bappeda Paser I Gusti Putu Suantara mengatakan konsultasi publik dilakukan guna mendapat masukan dalam penyusunan RKPD tahun 2019.

“Konsultasi publik ini untuk menyerap masukan dan saran dari tokoh masyarakat, praktisi dan akademisi untuk masukan RKPD 2019,” kata Putu.

Konsultasi ini kata Putu baru pertama kali dilakukan.
“Ini baru pertama kali dilakukan. Masukan-masukan dari konsultasi ini akan dimasukan ke dalam APBD 2019,” kata Putu.

Sementara praktisi pertanian, Toni Budi Hartono menilai, suksesnya pembangunan daerah bukan ditentukan dari besarnya APBD, melainkan komitmen presentase pembangunan diantaranya di sektor pertanian.

“Suksesnya pembangunan bukan karena APBD besar atau alasan sekarang sedang defisit. Tapi bagaimana adanya komitmen alokasi anggaran yang konsisten misalnya di sektor pertanian,” kata Toni.

Toni juga menilai, tidak berlebihan jika Pemkab Paser mengalokasikan 20 persen dari APBD untuk sektor pertanian.

“Karena kabupaten paser ini daerah pertanian, jadi wajar jika mengalokasikan 20 persen untuk pembangunan sektor pertanian,” kata Toni.

Tokoh masyarakat setempat, Sanusi Oneh, sekaligus mantan Kepala Bappeda, menilai keberhasilan pembangunan terletak pada integrasi dan interkoneksi antara OPD.

“Masing-masing OPD harus saling terintegrasi programnya. Jangan membuat program yang parsial,” ujar Sanusi.

Akademisi pada Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muhamadiyah Paser Hari Siswanto mengatakan, Pemkab Paser perlu menaruh perhatian serius pada dampak lingkungan yang disebabkan pengelolaan sampah yang tidak memadai.

“Perlu adanya pengelolaan sampah yang baik dan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan,” kata Hari. (*/DKISP Paser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *