MULAWARMAN NEWS

Tekan Angka Golput, GKT Serukan: “Ayo Memilih”

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Nasib Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) selama lima tahun kedepan ditentukan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Dimana penentunya adalah masyarakat Kaltim sendiri, melalui Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim atau lebih dikenal dengan sebutan Pilgub Kaltim 2018.

Dikarenakan penentu nasib Kaltim lima tahun kedepan, ialah masyarakat Kaltim sendiri. Untuk itulah, Generasi Kaltim (GKT) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Pilgub Kaltim 2018 dengan berkenan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 Juni 2018 mendatang.

Seperti yang disampaikan Koordinator Aksi ‘Ayo Memilih’ GKT Ivan Jaya Pratama, Sabtu (05/05/2018), di seputaran perempatan Mall Lembuswana.

“Berkaca pada Pilgub Kaltim 2013, tingkat partisipasi pemilih masih terlihat rendah, sekitar 55,81 persen saja yang menggunakan hak pilihnya. Untuk itulah kami mengajak seluruh elemen masyarakat mulai melek politik, dengan berkenan datang ke TPS pada 27 Juni mendatang,” katanya.

Menurut Ivan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.329.657 pada Pilgub Kaltim 2018. Tentunya, perlu upaya atau jadi pekerjaan rumah bersama untuk menekan angka Golput.

“Guna menekan angka golput, perlu adanya saling mengedepankan persepsi jalinan kerjasama antar penyelenggara pemilu dan peserta pemilu. Sehingga, pemilu nantinya tidak hanya sekedar hubungan Top and Down, yang hanya memposisikan masyarakat selaku pemilih saja,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat adalah pondasi utama dalam pesta demokrasi. Sesuai asas demokrasi, ‘Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat’.

“Oleh karenanya, kita mesti memposisikan masyarakat sebagai partisipan politik yang turut andil dalam penyelenggaraan dan pengawasan pemilu. Agar, pesan dan praktik politik elektoral lima tahun mendatang mendapatkan check and balance dari masyarakat secara langsung dan terbuka,” imbuhnya.

Ditambahkan, eksistensi masyarakat tidak hanya sebatas partisipasi sebagai pemilih tapi juga partisipan selaku pengawal pemilu. Sebagai upaya pengembangan kesadaran politik elektoral bagi kehidupan sosial masyarakat Kaltim.

“Ikut berpartisipasi politik sebagai pemegang hak suara, dan pengawal pemilu adalah sumbangsih terbesar bagi pengembangan kehidupan sosial yang hidup dalam sistem politik, ekonomi dan pendidikan yang tepat, berintegritas dan terbuka. Mari bersama kita sukseskan Pilgub Kaltim 2018,” pungkasnya. (aia/rih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *