MULAWARMAN NEWS

Tuju Kaltim Bebas Rabies 2028, Karantina Pertanian Balikpapan Berikan vaksin Gratis

M-NEWS.ID, Balikpapan – Provinsi Kalimantan timur (Kaltim) merupakan daerah wilayah yang cukup luas.Kondisi wilayah yang luas ini tentunya memiliki daerah-daerah yang cukup banyak untuk dijaga dari berbagai ancaman penyakit.

Salah satu penyakit yang masih endemik atau ada di Kaltim, yaitu Rabies. Rabies adalah penyakit hewan yang berbahaya menyerang semua hewan berdarah panas dan dapat menular ke manusia atau biasa disebut dengan zoonosis.Menurut data World Health Organization (WHO) rabies terjadi di 92 negara dan bahkan bersifat endemik di 72 negara.

Kejadian penyakit rabies pada hewan maupun manusia hampir selalu diakhiri dengan kematian. Sehingga, akibatnya penyakit ini menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran serta keresahan bagi masyarakat.

Kali ini Kementerian, Minggu (29/09/2019), melalui Karantina Pertanian Balikpapan dalam rangka memperingati “World Rabies Day” menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi rabies gratis terhadap anjing dan kucing.

Dalam acara ini, Karantina Pertanian Balikpapan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Kaltim II.Tak tanggung-tanggung total sekitar 1.100 vaksin disediakan untuk giat ini.

Turut hadir dalam acara ini Gubernur Kalimantan Timur, yang diwakili oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur H Dadang Sudarya MMT dan Walikota Balikpapan HM Rizal Effendi SE.

Dalam sambutannya, Dadang Sudarya menyampaikan, bahwa ada beberapa strategi dalam upaya Pengendalian penyakit Rabies. Salah satunya, fokus pada lokasi tertular dan vaksinasi secara berkelanjutan.”Selain itu juga perlu penguatan koordinasi dan kerjasama instansi terkait untuk mengendalikan rabies di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Sedangkan Walikota Balikpapan Rizal Efendi menyampaikan apresiasi kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan beserta instasi lainnya sehingga terwujudnya kegiatan ini.

“Kegiatan ini jangan berhenti sampai disini, dan perlu keberlanjutan. Sehingga Kota Balikpapan bebas rabies, untuk menopang calon ibukota negara yang baru, dan menjadi kota yang aman untuk dihuni,” sebutnya.

Sementara, menurut Abdul Rahman SP MP selaku Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan, bahwa ada beberapa daerah yang sudah bebas dari rabies dengan vaksinasi.Diantara, Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Upaya Pengendalian penyakit Rabies, dapat melalui peningkatan pengawasan lalu lintas Hewan Penular Rabies (HPR), dimana HPR yang akan dilalulintaskan harus memiliki titer antibodi yang protektif. Untuk itu, perlu dilakukan vaksinasi secara rutin dan berkelanjutan”, katanya.

Berdasarkan data Provinsi Kaltim, tercatat hingga 2018 terdapat sekitar 89.000 ekor populasi hewan penular rabies dengan jumlah kasus gigitan sekitar 1.276 kasus.

“Kondisi ini, tentunya menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam upaya mengendalikan Rabies,” lanjutnya.

Terkait antusiasme masyarakat pada agenda cukup besar, terlihat dari begitu banyaknya yang mendaftarkan hewannya untuk dilakukan vaksinasi. Karenanya, pihaknya juga menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Rabies.

“Semoga acara ini dapat memberikan kontribusi nyata pada dalam upaya terwujudnya Kalimantan Timur Bebas dari Rabies 2028”, pungkas Abdul Rahman. (drs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *