MULAWARMAN NEWS

VIDEO : Rilis Laporan Keuangan Peserta Pilgub Kaltim 2018

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Komisioner KPU Kaltim Divisi Hukum, Viko Januardy, pada jumpa pers, Senin (28/5) lalu. Dalam kesempatan itu, Viko menjelaskan, pengeluaran dana kampanye setiap paslon dibatasi sebesar Rp 93.541.917.200.

Selain itu, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) No 5/2017 tentang Dana Kampanye, setiap paslon hanya diperkenankan menerima sumbangan dari perseorangan sebesar Rp 75 juta. Sedangkan yang bersumber dari perusahaan maksimal Rp 750 juta.

Perlu diingat bagi setiap paslon, sumber pendanaan tidak boleh berasal dari BUMN, BUMD, pihak asing, serta sumbangan yang tidak disertai identitas pemberi.

“Pemberi sumbangan harus jelas, alamat, identitas dan menyertakan fotokopi KTP. Kalau ada sumbangan tanpa identitas, maka harus dikembalikan ke kas negara,” ucap Viko.

Sejauh ini, ia menjelaskan, laporan awal dana kampanye telah dilakukan KPU 14 Februari lalu. Saat itu, paslon nomor urut satu 1, Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi (ANNUR) Rp 50 juta, paslon nomor urut 2, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (JADI) Rp 1 miliar, paslon nomor 3, Isran Noor-Hadi Mulyadi Rp 50 juta, dan paslon nomor 4, Rusmadi-Safaruddin (RASA) Rp 604 juta.

“Dalam aturan, ada tahapan wajib yang dijalankan semua paslon, yakni menyampaikan LPSDK ke KPU. LPSDK pertama sudah disampaikan pada 20 April 2018. Paslon ANNUR menerima sumbangan sebesar Rp 1,187 miliar, JADI Rp 4,750 miliar, ISRAN-HADI Rp 3,700 miliar, dan RASA Rp 3,520 miliar,” ungkapnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *