M-NEWS.ID, SAMARINDA – Tak terasa, penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur atau lebih dikenal Pilgub Kaltim 2018 tinggal hitungan jam saja lagi.
Pasalnya, 27 Juni 2018 merupakan hari pencoblosan atau saatnya warga di Provinsi Kaltim untuk memilih pimpinan wilayahnya sejak Pukul 07.00-13.00 WITA.
Menyikapi Pelaksanaan Pilgub Kaltim 2018 ini, berikut pandangan dan sikap politik Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Badko HMI Kaltimtara) :
1. Kondisi Ekonomi Kalimantan Timur sangat tergantung dengan Dana Bagi Hasil Migas dan Batu Bara, sedangkan kita sama sama tahu bahwa industri pertambangan diatas yang selama ini menjadi tempat bergantung roda ekonomi kalimantan Timur sangat berdampak pada kerusakan lingkungan secara luas khususnya pada ekploitasi batu bara yang tidak terkendali. Sudah saatnya pemimpin Kalimantan Timur kedepan merubah arah kebijakan ekonomi kita tidak lagi mengandalkan industri pertambangan batu bara tapi beralih pada pengembangan sektor lain yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan diantaranya Pertanian dan perkebunan dalam arti luas, Perikanan dan Pariwisata, serta mampu membangun relasi dengan komunitas komunitas ekonomi global, untuk mempercepat pembangunan Ekonomi di Kalimantan Timur.
2. Persoalan Lingkungan menjadi masalah serius di Kalimantan Timur, kerusakan hutan yang parah, pencemaran air, tanah dan udara telah terjadi akibat laju aktivitas Ekplorasi dan ekploitasi yang mencemari lingkungan dengan menghidupkan secara membabi buta tambang batu bara, sehingga Kalimantan Timur mengalami berbagai bencana ekologi. Untuk itu, kita perlu pemimpin yang bijak, tidak mengobral izin-izin pertambangan kepada pengusaha serta mampu menyelesaikan berbagai masalah degradasi lingkungan dan tidak menjadi sponsor atas kerusakan lingkungan yang telah terjadi.
3.Kalimantan Timur merupakan daerah yang memiliki penduduk yang beraneka ragam, yang terdiri dari berbagai Ras, Suka Bangsa dan Agama. Ada penduduk asli dan pendatang yang hidup berdampingan di Bumi Etam sejak masa silam, Sehingga pemimpin yang di pilih harus mampu menjadi perekat berbagai ragam komunitas yang berbeda ras, suku bangsa dan agama yang hidup, agar terus harmonis, rukun, menghormati serta tidak saling curiga apalagi menebar teror satu dan lainnya
4. Kalimantan Timur memiliki ragam kebudayaaan yang hidup, tumbuh dan berkembang, sesuai dengan berbagai suku bangsa yang telah hidup dan berkembang di kalimantan Timur. Kebudayaan mengajarkan sejarah, peradaban,nilai nilai kebaikan yang luhur dan menjadikam ruang kekerabatan yang begitu besar, sehingga untuk merawatnya agar tetap lestari, pemimpin Kalimantan Timur harus menghidupkan dan memberi dukungan maksimal kepada pengembangan dan pelestarian kebudayaan di kalimantan Timur.
5. Mahasiswa dan pemuda adalah bahan baku terbaik dalam penyiapan Sumber Daya Manusua (SDM) masa depan, di butuhkan keberpihakan nyata dalam mengembangkan Sumber Daya Muda Kalimantan Timur, pemimpin Kalimantan Timur harus bersedia menjadi pendorong untuk memajukan Mahasiswa dan Pemuda yang produktif, kreatif dan inovatif melalui kebijakan kebijakan yang tidak hanya populer tapi juga visioner. Sehingga dengan kekuatan Pemuda dan Mahasiswa posisi Kalimantan Timur nantinya lebih memiliki posisi tawar yang unggul dalam berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun global
6. Relasi hubungan pusat daerah, Provinsi dan Kabupaten sering kali menjadi penghambat dalam proses pembangunan, di butuhkan pemimpin Kalimantan Timur yang mampu berkomunikasi secara cepat dan tepat baik kepada pemerintah pusat maupun kepada Bupati Walikota atau pemerintah daerah Kabupaten/ Kota. Pemimpin Kaltim harus memiliki pola komunikasi yang produktif, membangun budaya musyawarah dan mensinkronkan pola dan arah pembanguan dengan Kabupaten Kota di Kalimantan Timur, agar lebih terintegrasi dan tidak berjalan sendiri sendiri.
Demikianlah pandangan dan sikap Politik Rasional Badko HMI Kaltimtara untuk Pilgub Kaltim 2018 seperti yang disampaikan Ketua Umum (Ketum) Badko HMI Kaltimtara Erlyando Saputra didampingi Sekretaris Umum Aswadi Arsyad kepada portal berita M-NEWS.ID, Selasa (26/06/2018).
“Oleh karenanya, kami serahkan kepemimpinan Kaltim, pada mereka yang mampu menyelesaikan berbagai Problematika daerah, mengurai tantangan dan mampu memberi solusi untuk mewujudkan setiap harapan Rakyat Kaltim,” imbuhnya.
Dikarenakan hasil Pilgub 2018 akan ditentukan oleh Partisipasi Masyarakat, maka Badko HMI Kaltimtara mengajak seluruh masyarakat Kaltim yang telah memenuhi syarat datang ke TPS terdekat untuk menggunakan hak pilihnya pada Rabu (27/06/2018).
“Akhirnya, semuanya di tentukan dengan Partisipasi Masyarakat Kaltim seluruhnya,
pilihlah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan akal yang mandiri, sehat dan rasional tanpa tekanan dari pihak manapun. Karena sejatinya, Demokrasi menjamin setiap masyarakat untuk merdeka dalam memilih ataupun di pilih,” pungkasnya. (*/rih)