MULAWARMAN NEWS

Dinkes Paser minta Masyarakat Budayakan PSN untuk Cegah DBD

Kepala Dinkes Paser I Made Dewa Sudharsana

M-NEWS.ID, TANA PASER – Dinas Kesehatan Kabupaten Paser meminta kepada masyarakat agar membudayakan Pembarantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

“Kita himbau masyarakat budayakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungannya masing-masing, untuk mencegah penyebaran DBD,” kata Kepala Dinkes Paser I Made Dewa Sudharsana di Tanah Grogot, Rabu (6/2/2019).

Meningkatnya kasus DBD menurut Dewa disebabkan karena masih belum optimalnya PSN meski upaya fogging telah dilakukan secara massif.

“Kita sarankan masyarakat jaga kebersihan lingkungan. Apalagi belakangan ini curah hujan tinggi. Jadi jangan biarkan tempat perindukan nyamuk DBD berkembang,” kata Dewa.

Masyarakat kata Dewa harus lebih aktif memerhatikan lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi sarang perindukan nyamuk DBD. Salah satunya yaitu pelepah pohon yang kerap dijadikan tempat sarang nyamuk tersebut.

“Kita sarankan masyarakat aktif, jangan biarkan ada sarang nyamuk seperti pelepah pohon pisang. Di situ tempat bersarangnya induk nyamuk DBD,” ucap Dewa.

Dinkes Paser lanjut Dewa terus menghimbau ke masyarakat untuk selalu membiasakan kegiatan 3 M yaitu menguras bak mandi, menutup sarang nyamuk dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Kita sudah himbau masyarakat biasakan 3M di rumahnya. Jangan biarkan lingkungan kita kotor,” ujarnya.

Penyemprotan nyamuk atau fogging pun kata Dewa terus digalakkan di setiap kecamatan.

“Untuk fogging sudah dilakukan Puskesmas dengan desa. Sejauh ini dua kecamatan yang cukup tinggi kasusnya yaitu Kecamatan Tanah Grogot dan Paser Belengkong juga menjadi perhatian,” ucap Dewa.

Hingga awal Februari 2019, Dinkes Paser telah mencatat ada kasus 394 DBD, dimana 7 penderita diantaranya telah meninggal dunia.(*/dkisp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *