MULAWARMAN NEWS

Forkopimda dan Masyarakat Paser Sepakati Jaga Perdamaian

M-NEWS.ID, TANA PASER – Kepolisian Resor Paser menggelar pertemuan dengan seluruh elemen masyarakat yakni tokoh adat, tokoh agama, perwakilan ormas dan paguyuban di Mapolres Paser, Kamis (17/10/2019).

Pertemuan tersebut di gelar pasca kerusuhan yang berujung pembakaran di sekitar pelabuhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (16/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakil Bupati Paser Kaharuddin, Dandim 0904 Tanah Grogot Letkol Czi Widya Wijanarko, Kepala Pengadilan Negeri Boedi Haryanto, dan perwakilan Kejaksaan.

Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra berharap dari pertemuan itu terwujud sebuah kesepakatan dan penyelesaian permasalahan antara warga Paser dengan warga PPU.

“Kami harap peristiwa kemarin tidak terulang lagi dan di harapkan ada titik temu kesepakatan dari kedua belah pihak. Semoga kita bisa kembali kondusif,” kata Roy.

Dia menambahkan bahwa kasus tersebut sudah ditindaklanjuti polisi secara hukum dan pelakunya saat ini sudah diamankan.

“Mari kita pikirkan bersama, bersama bagaimana caranya agar hal ini tidak panjang lebar lagi. Supaya tidak membias kemana kemana. Kami harapkan keadaan kembali kondusif,” ujarnya.

Wakil Bupati Paser Kaharuddin mengingatkan semua pihak untuk menahan diri sehingga kondisi di daerah bisa kembali kondusif.

Dia mengingatkan masyarakat untuk menyerahkan persoalan pidana tersebut kepada pihak yang berwajib dan memprosesnya secara hukum yang berlaku.

“Mari kita jaga daerah ini untuk tetap kondusif dan serahkan persoalannya ke aparat penegak hukum,” ucapnya.

Sementara Dandim 0904 Tanah Grogot Letkol Czi Widya Wijanarko mengingatkan semua pihak untuk memikirkan dampak yang terjadi bila peristiwa kerusuhan itu tidak mampu disikapi dengan kepala dingin.

“Kami mohon dengan hormat, untuk kembali menenangkan diri. Karena jika ini tidak diselesaikan, maka yang rugi adalah kita semua, kita semuanya berharap kondisi kondusif dan aman,” ucap Wijanarko.

Di akhir pertemuan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menyepakati akan melawat ke rumah duka korban, untuk berbela sungkawa. Para tokoh masyarakat dan tokoh adat pun sepakat untuk kembali menciptakan keadaan kembali Damai.

Sebelumya diketahui, kerusuhan terjadi di Kabupaten PPU yang merupakan buntut dari kasus pidana dengan tewasnya seorang pemuda Paser di pantai Nipah-Nipah Kabupaten PPU beberapa waktu lalu. (*/sas/dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *