MULAWARMAN NEWS

Ini Cara KPU Kaltim Dongkrak Pemilih

BANYAK STRATEGI. KPU Kaltim memiliki banyak strategi untuk merekrut pemilih pada Pilgub tahun ini. Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kaltim, Syamsul Hadi, Rabu (23/5/2018) siang di kantor KPU Kaltim.

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim tak ingin Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun ini minim pemilih. Maka berbagai strategi pun diterapkan agar bisa mendongkrak partispasi publik untuk memilih.

Komisioner KPU Kaltim, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya telah merancang berbagai strategi dan langkah untuk bisa mencapai target 77,5 persen pemilih pada Pilgub tahun ini. Pertama mulai dari tingkat sekolah, dengan menyisipkan pengertian demokrasi dan pemilu pada mata pelajaran PKN. “Tapi ini hanya untuk tingkat SMA sederajat saja. Kami harap, para guru bisa mendorong siswa untuk memilih,” ucap Syamsul.

Masih pada tingkat sekolah, proses pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga dirancang seperti pemilu. Tujuannya, agar siswa bisa paham proses demokrasi dan pemilu serta tersampaikan kepada rekan-rekannya. “Sasarannya tentu pemiluh pemula. Kami juga ada membuat dan merekrut Duta Pemilu di beberapa Kabupaten/Kota,” imbuhnya.

Kemudian KPU Kaltim juga membuka kelas pemilu. Semacam pelatihan kepada stakeholder KPU yang merupakan kelompok masyarakat dan membahas tentang kepemiluan. “Jadi kelas pemilu ini bisa melahirkan agen untuk mendorong publik bisa berpatisipasi dalam pemilu,” bebernya.

Langkah lain yang diambil KPU adalah dengan mengadakan berbagai lomba berkaitan dengan pemilu. Seperti lomba cerdas cermat pemilu, standup comedy, lomba film pendek dan fotografi juga tak ketinggalan digelar. “Tujuannya agar pilgub tak terkesan tegang dan bisa mendongkrak pemilih dari berbagai kalangan. Ada pula lomba pidato dan orasi,” sebut Syamsul.

Setelah itu, pihaknya juga melakukan mobilisasi massa untuk sosialisasi pemilu seperti mendatangi pasar, mal, sekolah dan tempat keramaian lainnya. Semua itu agar bisa mengajak dan mengingatkan Pilgub Kaltim akan segera digelar. “Kami juga buat rumah pintar pemilu yang merupakan pusat pendidikan pemilih yang akan memenuhi apa saja keperluan pemilih dalam proses pemilu,” tuturnya.

Terakhir, Lembaga Pemasyarakatan juga tetap jadi perhatian pihaknya. Fokus utama bagaimana para tahanan bisa dipastikan sudah terdaftar dan jadi pemilih tetap. “Kami sudah lakukan pertemuan dengan beberapa lapas terkait pendataan warga di tahanan,” tandasnya. (adv/gol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *