MULAWARMAN NEWS

Komisi IV DPRD Kaltim Sikapi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

M-NEWS.ID, SAMARINDA – Tercatat, sekitar 236 kasus kejahatan seksual di Indonesia. Untuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda menduduki peringkat pertama untuk korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ditemui usai rapat Banmus DPRD Kaltim, Selasa (22/10/2019), Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati menilai sangat prihatin dalam menyikapi tentang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di Samarinda.

“Kondisi ini tidak akan selesai, jika hanya satu banding sektor saja. Karena masalah ini sangat kompleksitas, dan perlu adanya kerjasama holistik terintegrasi,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan beberapa contoh kasus yang pelecehan yang sempat terjadi di tanah air. Salah satunya, kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh ayah tiri.

“Kita harus melihat beberapa sisi, dan tidak bisa menyalahkan ibunya saja. Kita liat sisi lainnya, seperti apakah ibunya sudah cukup umur saat menikah. Jika usianya sudah matang, dia akan merencanakan segala sesuatu secara berkualitas, dan menciptakan suasana kehidupan suami-istri dalam keutuhan rumah tangga,” ucapnya.

Dikatakan, bahwa Komisi IV DPRD Kaltim telah membuat jadwal pertemuan dengan instansi terkait. Adalah, Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan dan pertemuan dengan BNN.

“Untuk meminta data anak-anak yang hidup harmonis, kami juga meminta Disdukcapil untuk memberikan semua data konkrit penduduk Samarinda. Jangan sampai melihat sisi kenakalan remaja dan sisi perilaku tidak baik, orang-orang yang datang ke Samarinda,” ujarnya.

Harapannya, lanjut Ia, dinas terkait bisa berkerjasama dengan DPRD Kaltim dan bisa sama-sama mempunyai solusi yang tepat.

“Tidak hanya penanganan dengan kasus point ini saja, tapi semua kasus yang ada di masyarakat,” tegasnya. (dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *